DPRD Depok pertanyakan anggaran Turap
Selasa, 13 November 2012 - 13:27 WIB
DPRD Depok pertanyakan anggaran Turap
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, menyayangkan jebolnya tanggul Turap Kali Laya. Pasalnya, anggaran sudah dikucurkan sekira Rp5 miliar, namun hingga kini belum juga selesai.
"Sedangkan untuk pembuatan turap hanya Rp300 juta saja," kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Depok Siswanto kepada wartawan, di Depok, Selasa (13/11/2012).
Sebelumnya Turap Kali Laya yang sedang dibangun jebol pada Senin 12 November 2012 malam, sekira pukul 23.00 WIB.
Akibatnya, infrastruktur di Perumahan Bukit Cengkeh II tepatnya di RW 016 kebanjiran. Setidaknya dalam kejadian itu ada 30 rumah yang terendam luapan air yang mencapai 1,2 meter.
"Puncaknya pukul 01.00 WIB dini hari. Warga berjaga-jaga sampai sekarang," kata Wakil Ketua RW 016 Waluyo.
Hingga kini Satuan Tugas (Satgas) Banjir sedang berusaha menyusun batu untuk memasang bronjong. Perumahan Bukit Cengkeh memang kawasan rawan banjir. Namun, banjir kali ini adalah yang terbesar.
"Kami terus mengantisipasi karena cuaca juga terus mendung. Jangan sampai seperti tahun 2007 banjirnya," harap Waluyo.
Turap ini sudah tiga kali jebol. Yakni pada tahun 2011, dua minggu lalu, dan yang terparah adalah semalam.
"Banjir di perumahan ini ada dua faktor. Karena luapan Kali Laya dan pembangunan rumah yang tidak terencana sehingga air yang ada di Kampung Areman larinya ke Kali Laya," tukasnya.
"Sedangkan untuk pembuatan turap hanya Rp300 juta saja," kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Depok Siswanto kepada wartawan, di Depok, Selasa (13/11/2012).
Sebelumnya Turap Kali Laya yang sedang dibangun jebol pada Senin 12 November 2012 malam, sekira pukul 23.00 WIB.
Akibatnya, infrastruktur di Perumahan Bukit Cengkeh II tepatnya di RW 016 kebanjiran. Setidaknya dalam kejadian itu ada 30 rumah yang terendam luapan air yang mencapai 1,2 meter.
"Puncaknya pukul 01.00 WIB dini hari. Warga berjaga-jaga sampai sekarang," kata Wakil Ketua RW 016 Waluyo.
Hingga kini Satuan Tugas (Satgas) Banjir sedang berusaha menyusun batu untuk memasang bronjong. Perumahan Bukit Cengkeh memang kawasan rawan banjir. Namun, banjir kali ini adalah yang terbesar.
"Kami terus mengantisipasi karena cuaca juga terus mendung. Jangan sampai seperti tahun 2007 banjirnya," harap Waluyo.
Turap ini sudah tiga kali jebol. Yakni pada tahun 2011, dua minggu lalu, dan yang terparah adalah semalam.
"Banjir di perumahan ini ada dua faktor. Karena luapan Kali Laya dan pembangunan rumah yang tidak terencana sehingga air yang ada di Kampung Areman larinya ke Kali Laya," tukasnya.
(mhd)