Jaringan parpol perkuat figur
Selasa, 13 November 2012 - 09:14 WIB
Jaringan parpol perkuat figur
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun figur masih akan memberikan pengaruh yang besar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) nanti, namun kesuksesan masing-masing calon pasangan tidak akan bisa lepas pula dari peran Partai Politik yang mengusung di belakangnya.
Hal itu karena Jabar merupakan daerah dengan penduduk yang tergolong padat. Sehingga selain figur, jaringan yang kuat juga diperlukan untuk dapat memperoleh suara sebanyak-banyaknya.
"Jabar yang notabene penduduknya terbesar di Indonesia. Selain figur yang kuat, juga ada jaringan. Ya 30, 70 (persen) lah," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid saat dihubungi sindonews di Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Selain itu, ditegaskan Husin jika pasangan yang ada tinggal memiliki waktu empat bulan ke depan untuk melancarkan 'serangan-serangan' yang mengikutsertakan parpol maupun relawan.
"Parpol dan relawan hanya ada sisa empat bulan ke depan. 70 persen figur diperkuat dengan jaringan," pungkas Husin.
Sebelumnya diketahui, Pilkada Jabar diprediksi akan berjalan dalam dua putaran oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Hal itu karena kelima pasangan calon Gubernur yang ada, beberapa diantaranya dinilai memiliki kekuatan figur yang sama kuat. Terlebih apabila figur yang maju juga memiliki kantong dukungan yang hampir merata.
Diketahui, kelima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar yakni, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf-Lex Laksmana, Syafiuddin alias Kang Yance-Tatang Farhanul Hakim, dan Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib.
Kelima pasangan itu sendiri diusung oleh beberapa partai politik besar seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golongan Karya (Golkar), PDIP, dan lainnya.
Hal itu karena Jabar merupakan daerah dengan penduduk yang tergolong padat. Sehingga selain figur, jaringan yang kuat juga diperlukan untuk dapat memperoleh suara sebanyak-banyaknya.
"Jabar yang notabene penduduknya terbesar di Indonesia. Selain figur yang kuat, juga ada jaringan. Ya 30, 70 (persen) lah," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid saat dihubungi sindonews di Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Selain itu, ditegaskan Husin jika pasangan yang ada tinggal memiliki waktu empat bulan ke depan untuk melancarkan 'serangan-serangan' yang mengikutsertakan parpol maupun relawan.
"Parpol dan relawan hanya ada sisa empat bulan ke depan. 70 persen figur diperkuat dengan jaringan," pungkas Husin.
Sebelumnya diketahui, Pilkada Jabar diprediksi akan berjalan dalam dua putaran oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Hal itu karena kelima pasangan calon Gubernur yang ada, beberapa diantaranya dinilai memiliki kekuatan figur yang sama kuat. Terlebih apabila figur yang maju juga memiliki kantong dukungan yang hampir merata.
Diketahui, kelima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar yakni, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf-Lex Laksmana, Syafiuddin alias Kang Yance-Tatang Farhanul Hakim, dan Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib.
Kelima pasangan itu sendiri diusung oleh beberapa partai politik besar seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golongan Karya (Golkar), PDIP, dan lainnya.
(azh)