Perbaiki jembatan rusak, akhirnya warga swadaya
Senin, 12 November 2012 - 09:19 WIB
Perbaiki jembatan rusak, akhirnya warga swadaya
A
A
A
Sindonews.com - Jembatan penghubung rusak, warga Desa Kaligintung, Temon, Kulonprogo akhirnya melakukan swadaya untuk perbaikan. Sebelumnya, pemerintah kabupaten berjanji untuk memperbaiki namun hingga kini tidak terealisasi.
Kepala Desa Kaligintung, Hepson Purnomo mengatakan, jembatan penghubung Dusun IV dan V di desa itu sudah terbengkalai sejak setahun lalu. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan yang diperkirakan menelan biaya Rp200 juta.
Desa, kata Hepson, sudah mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, dan dijanjikan akan direalisasikan tahun ini. Tak cukup sampai di situ, pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan langsung kepada bupati.
“Setelah menghadap bupati, Dinas Pekerjaan Umum turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, beberapa hari kemudian. Tapi setelah itu justru hilang tanpa kabar apa-apa sampai sekarang,” terang dia, Senin (12/11/2012).
Kecewa karena merasa diabaikan, warga akhirnya memutuskan akan menggelar kerja bakti memperbaiki jembatan seadanya. Perbaikan dilakukan dengan mempertinggi fondasi jembatan menyesuaikan dengan tanggul sungai yang sudah terlebih dahulu ditinggikan.
"Perbaikan jembatan ini sangat mendesak, karena menghubungkan dua dusun di desa. Apalagi, hujan juga mulai turun. Kami khawatir kerusakan tambah parah jika tidak segera diperbaiki. Dananya akan dikumpulkan dari masyarakat," pungkasnya.
Kepala Desa Kaligintung, Hepson Purnomo mengatakan, jembatan penghubung Dusun IV dan V di desa itu sudah terbengkalai sejak setahun lalu. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan yang diperkirakan menelan biaya Rp200 juta.
Desa, kata Hepson, sudah mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, dan dijanjikan akan direalisasikan tahun ini. Tak cukup sampai di situ, pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan langsung kepada bupati.
“Setelah menghadap bupati, Dinas Pekerjaan Umum turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, beberapa hari kemudian. Tapi setelah itu justru hilang tanpa kabar apa-apa sampai sekarang,” terang dia, Senin (12/11/2012).
Kecewa karena merasa diabaikan, warga akhirnya memutuskan akan menggelar kerja bakti memperbaiki jembatan seadanya. Perbaikan dilakukan dengan mempertinggi fondasi jembatan menyesuaikan dengan tanggul sungai yang sudah terlebih dahulu ditinggikan.
"Perbaikan jembatan ini sangat mendesak, karena menghubungkan dua dusun di desa. Apalagi, hujan juga mulai turun. Kami khawatir kerusakan tambah parah jika tidak segera diperbaiki. Dananya akan dikumpulkan dari masyarakat," pungkasnya.
(ysw)