Pimpinan Ponpes bantah tilep dana bantuan
Minggu, 11 November 2012 - 21:06 WIB
Pimpinan Ponpes bantah tilep dana bantuan
A
A
A
Sindonews.com - Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Asadyah Syamsul Ajida membantah tudingan Kepala Madrasah Aliah (MA) Darul Ulum Asadyah Suhaeba atas penyalahgunaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) di sekolah tersebut.
"Sama sekali tidak benar. Itu bagian dari fitnah," bantah Syamsul di Luwu Timur, Minggu (11/11/2012) .
Menurutnya, pengelolaan dana BSM diserahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk selanjutnya diserahkan ke siswa yang berhak.
"Kalau mau merunuk, dia (Suhaeba) terlibat dalam penyalahgunaan anggaran tersebut sebab saya tidak terlibat dalam penyaluran anggaran," jelasnya.
Sebelumnya, Suhaeba menuding Ketua Ponpes Darul Ulum Asyadyah Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur telah menyalahgunakan dana BSM sebesar Rp10 juta.
Kisruh di internal Pompes terbut membuat sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di daerah ini tergerak melakukan investigasi diantaranya LSM Perak .
Direktur LSM Perak Malili Mahfud. Didampingi anggotanya langsung melakukan investigasi lapangan
Hasil investigasinya disimpulkan sementara dugaan terjadi manipulasi data siswa pemerima BSM di tingkat MA.
"Hasil invergasi kami (Perak) ditemukan adanya dugaan manipulasi data jumlah siswa di tingkatan MA," kata Mahfud kepada SINDO, kemarin.
Hal sama juga ditemukan saat dilakukan investigasi pihak Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Timur.
Dikatakan, untuk tahun 2011 jumlah siswa di pesantren tersebut sebanyak 16 orang digelembungkan menjadi 51 orang, sehingga total uang yang cair sebesar Rp39,350 juta.
"Sama sekali tidak benar. Itu bagian dari fitnah," bantah Syamsul di Luwu Timur, Minggu (11/11/2012) .
Menurutnya, pengelolaan dana BSM diserahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk selanjutnya diserahkan ke siswa yang berhak.
"Kalau mau merunuk, dia (Suhaeba) terlibat dalam penyalahgunaan anggaran tersebut sebab saya tidak terlibat dalam penyaluran anggaran," jelasnya.
Sebelumnya, Suhaeba menuding Ketua Ponpes Darul Ulum Asyadyah Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur telah menyalahgunakan dana BSM sebesar Rp10 juta.
Kisruh di internal Pompes terbut membuat sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di daerah ini tergerak melakukan investigasi diantaranya LSM Perak .
Direktur LSM Perak Malili Mahfud. Didampingi anggotanya langsung melakukan investigasi lapangan
Hasil investigasinya disimpulkan sementara dugaan terjadi manipulasi data siswa pemerima BSM di tingkat MA.
"Hasil invergasi kami (Perak) ditemukan adanya dugaan manipulasi data jumlah siswa di tingkatan MA," kata Mahfud kepada SINDO, kemarin.
Hal sama juga ditemukan saat dilakukan investigasi pihak Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Timur.
Dikatakan, untuk tahun 2011 jumlah siswa di pesantren tersebut sebanyak 16 orang digelembungkan menjadi 51 orang, sehingga total uang yang cair sebesar Rp39,350 juta.
(ysw)