Jabar bersih dan baru, slogan Rieke-Teten
Sabtu, 10 November 2012 - 14:43 WIB
Jabar bersih dan baru, slogan Rieke-Teten
A
A
A
Sindonews.com - Jabar bersih dan buru, adalah slogan yang diusung pasangan cagub-cawagub Jabar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Slogan pasangan yang menyebut diri "Paten" ini dijadikan yel-yel saat mendaftar Pilgub Jabar di KPU Jabar.
"Saya bertekad bulat dan iklas maju di Pilgub Jabar karena termotivasi membangun Jabar bersih dan baru," kata Teten, di Kantor KPU, Jalan Garut, Bandung, Sabtu (10/11/2012).
Teten menepis kritik minimnya pengalaman birokrasi terhadap dirinya. "Kami sering disebut tidak punya pengalaman, tetapi itu sebenarnya keunggulan bagi kami. Paling tidak kami tidak pernah korupsi," kata pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Menurutnya, perlu perjuangan panjang untuk melakukan perubahan besar di Jabar. Lewat maju di Pilgub Jabar inilah dia ingin melakukan pengabdian. "Jabar adalah provinsi besar bisa jadi percontohan," katanya.
Teten juga mengungkapkan siapa tokoh yang turut mendorongnya untuk maju di Pilgub Jabar. Tokoh itu mantan Gubernur Jabar Solihin GP. Tokoh yang akrab disapa Mang Ihin ini meminta Teten supaya mau turun gunung.
"Saya mau turun gunung karena ingat kata-kata Mang Ihin bahwa Jabar kekurangan pemimpin. Beliau menyuruh saya untuk maju," ceritanya.
Mengenai posisinya sebagai cawagub, menurutnya tidak masalah. Dia juga berjanji tidak akan mundur di tengah jalan jika menang di Pilgub Jabar.
"Kami satu paket tidak mempermasalahkan posisi. Kami tidak akan cerai di tengah jalan karena akan konsens di Jabar. Kami tidak akan berebut jabatan atau proyek," tukasnya.
Saat Teten menyampaikan penuturan itulah, Rieke nyeletuk. "Ulah ngantunkeun abi, kang (jangan tinggalkan aku, kang)," kata Rieke.
"Akang moal ngantunkeun pamajikan (Kakang tidak akan tinggalkan istri)," jawab Teten.
"Saya bertekad bulat dan iklas maju di Pilgub Jabar karena termotivasi membangun Jabar bersih dan baru," kata Teten, di Kantor KPU, Jalan Garut, Bandung, Sabtu (10/11/2012).
Teten menepis kritik minimnya pengalaman birokrasi terhadap dirinya. "Kami sering disebut tidak punya pengalaman, tetapi itu sebenarnya keunggulan bagi kami. Paling tidak kami tidak pernah korupsi," kata pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Menurutnya, perlu perjuangan panjang untuk melakukan perubahan besar di Jabar. Lewat maju di Pilgub Jabar inilah dia ingin melakukan pengabdian. "Jabar adalah provinsi besar bisa jadi percontohan," katanya.
Teten juga mengungkapkan siapa tokoh yang turut mendorongnya untuk maju di Pilgub Jabar. Tokoh itu mantan Gubernur Jabar Solihin GP. Tokoh yang akrab disapa Mang Ihin ini meminta Teten supaya mau turun gunung.
"Saya mau turun gunung karena ingat kata-kata Mang Ihin bahwa Jabar kekurangan pemimpin. Beliau menyuruh saya untuk maju," ceritanya.
Mengenai posisinya sebagai cawagub, menurutnya tidak masalah. Dia juga berjanji tidak akan mundur di tengah jalan jika menang di Pilgub Jabar.
"Kami satu paket tidak mempermasalahkan posisi. Kami tidak akan cerai di tengah jalan karena akan konsens di Jabar. Kami tidak akan berebut jabatan atau proyek," tukasnya.
Saat Teten menyampaikan penuturan itulah, Rieke nyeletuk. "Ulah ngantunkeun abi, kang (jangan tinggalkan aku, kang)," kata Rieke.
"Akang moal ngantunkeun pamajikan (Kakang tidak akan tinggalkan istri)," jawab Teten.
(lns)