Warga Seleman Ulu minta perbaikan jembatan
Jum'at, 09 November 2012 - 19:34 WIB
Warga Seleman Ulu minta perbaikan jembatan
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Desa Seleman Ulu kecamatan Muara Pinang berharap jembatan gantung yang melintas di atas Sungai Air Lintang.
Sebab menurut warga jembatan gantung tersebut merupakan akses puluhan warga Seleman Ulu untuk menuju ke lokasi perkebunan kopi milik mereka yang berada di seberang sungai. Saat ini kondisi jembatan tersebut cukup memprihatinkan, selain kondisi papanya sudah mulai lapuk dan ada yang lepas, kawat seling penahan badan jembatan dengan panjang mencapai 30 meter tersebut juga sudah tua.
Menurut Syamsi, warga Seleman Ulu setiap hari ada puluhan warga yang melintasi jembatan tersebut baik untuk pergi dan pulang ke kebun mereka. Dengan demikian menurutnya keberadaan jembatan tersebut termasuk sarana vital bagi puluhan petani di desa tersebut. Dengan kondisi tersebut warga yang melintas menjadi khawatir, apalagi saat ini sedang musim hujan sehingga kondisi jembatan licin dan dikhawatirkan papan jembatan akan semakin lapuk.
“Memang tidak semua melewati jembatan ini, tapi cukup banyak warga yang menggunakan jembatan ini untuk keseberang,” ungkap Syamsi menjelaskan kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
Pihaknya berharap agar pihak terkait agar dapat meluangkan waktu dan meninjau kondisi langsung jembatan tersebut. Dengan demikian, kebijakan pihak terkait untuk membangun jembatan tersebut untuk menjadi lebih baik dapat terbuka lebar.
“Tinjau sajalah dulu kemudian coba melintas dan periksa kondisinya, biar lebih mengerti dan memahami kondisinya,” jelasnya.
Senada, Yusrizal warga yang sama menambahkan, selama ini warga juga sudah berulang kali melakukan swadaya untuk memperbaiki jembatan tersebut khususnya mengganti papan dan kayu lantai jembatan. Karena menurutnya jika harus menunggu bantuan dari pemerintah maka kemungkinan akan lama. Sementara mobilitas warga diatas jembatan tersebut setiap hari.
“Selama ini kalau ada papan atau kayu yang lepas, warga mengganti sendiri dan itu sifatnya patungan,” jelasnya.
Dengan kondisi yang ada, perhatian dan bantuan pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas jembatan sangat diharapkan. Sehingga warga yang melintas tidak menjadi was-was dengan kekuatan jembatan. Selaku masyarakat, jelas dirinya bersama warga yang lain sangat berharap adanya partisipasi dan peran langsung pemerintah.
“Makanya papang yang dipasang agak jarang-jarang karena ketersedian papan dan materialnya terbatas," ujarnya.
Sebab menurut warga jembatan gantung tersebut merupakan akses puluhan warga Seleman Ulu untuk menuju ke lokasi perkebunan kopi milik mereka yang berada di seberang sungai. Saat ini kondisi jembatan tersebut cukup memprihatinkan, selain kondisi papanya sudah mulai lapuk dan ada yang lepas, kawat seling penahan badan jembatan dengan panjang mencapai 30 meter tersebut juga sudah tua.
Menurut Syamsi, warga Seleman Ulu setiap hari ada puluhan warga yang melintasi jembatan tersebut baik untuk pergi dan pulang ke kebun mereka. Dengan demikian menurutnya keberadaan jembatan tersebut termasuk sarana vital bagi puluhan petani di desa tersebut. Dengan kondisi tersebut warga yang melintas menjadi khawatir, apalagi saat ini sedang musim hujan sehingga kondisi jembatan licin dan dikhawatirkan papan jembatan akan semakin lapuk.
“Memang tidak semua melewati jembatan ini, tapi cukup banyak warga yang menggunakan jembatan ini untuk keseberang,” ungkap Syamsi menjelaskan kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
Pihaknya berharap agar pihak terkait agar dapat meluangkan waktu dan meninjau kondisi langsung jembatan tersebut. Dengan demikian, kebijakan pihak terkait untuk membangun jembatan tersebut untuk menjadi lebih baik dapat terbuka lebar.
“Tinjau sajalah dulu kemudian coba melintas dan periksa kondisinya, biar lebih mengerti dan memahami kondisinya,” jelasnya.
Senada, Yusrizal warga yang sama menambahkan, selama ini warga juga sudah berulang kali melakukan swadaya untuk memperbaiki jembatan tersebut khususnya mengganti papan dan kayu lantai jembatan. Karena menurutnya jika harus menunggu bantuan dari pemerintah maka kemungkinan akan lama. Sementara mobilitas warga diatas jembatan tersebut setiap hari.
“Selama ini kalau ada papan atau kayu yang lepas, warga mengganti sendiri dan itu sifatnya patungan,” jelasnya.
Dengan kondisi yang ada, perhatian dan bantuan pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas jembatan sangat diharapkan. Sehingga warga yang melintas tidak menjadi was-was dengan kekuatan jembatan. Selaku masyarakat, jelas dirinya bersama warga yang lain sangat berharap adanya partisipasi dan peran langsung pemerintah.
“Makanya papang yang dipasang agak jarang-jarang karena ketersedian papan dan materialnya terbatas," ujarnya.
(azh)