Black Campaign di Lutra terus berlanjut
Kamis, 08 November 2012 - 20:45 WIB
Black Campaign di Lutra terus berlanjut
A
A
A
Sindonews.com - Black Campaign (kampanye hitam) yang menyudutkan calon incumbent gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus berlanjut.
Padahal, panitia pengawas pemilihan (Panwaslu) bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didampingi aparat kepolisian telah menurunkan ribuan striker dan puluhan spanduk yang bertuliskan tolak gubernur narkoba.
Tim pasangan calon Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang II) Basir sudah melaporkan kasus dugaan black campaign tersebut ke panitia pengawas pemiliham (panwaslu) kabupaten Luwu Utara. Laporan Basir diterima anggota panwaslu Luwu Utara devisi pelaporan dan tindak lanjut Sri Wati Sukama Deningsi.
Basir didampingi dua pengurus Golkar Luwu Utara mendesak Panwaslu dan unsur terkait agar segera mengambil langkah konkret guna mengantisipasi adanya ekses dari penyebaran stiker dan spanduk yang mendiskritkan SYL.
"Saya minta Panwaslu kabupaten dan aparat kepolisian melakukan langka konkret dan menindaklanjuti laporan kami (tim Sayang II) terhadap kampanye hitam yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkap Basir menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Sementara Kapolres Luwu Utara diwakili kepala bagian operasi Komisaris Polisi Darianto mengatakan Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto sesaat ditemukannya stiker dan spanduk langsung memerintahkan seluruh Kapolsek dan Pospol untuk melakukan razia peningkatan status keamanan dengan aktif melakukan razia.
Padahal, panitia pengawas pemilihan (Panwaslu) bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didampingi aparat kepolisian telah menurunkan ribuan striker dan puluhan spanduk yang bertuliskan tolak gubernur narkoba.
Tim pasangan calon Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang II) Basir sudah melaporkan kasus dugaan black campaign tersebut ke panitia pengawas pemiliham (panwaslu) kabupaten Luwu Utara. Laporan Basir diterima anggota panwaslu Luwu Utara devisi pelaporan dan tindak lanjut Sri Wati Sukama Deningsi.
Basir didampingi dua pengurus Golkar Luwu Utara mendesak Panwaslu dan unsur terkait agar segera mengambil langkah konkret guna mengantisipasi adanya ekses dari penyebaran stiker dan spanduk yang mendiskritkan SYL.
"Saya minta Panwaslu kabupaten dan aparat kepolisian melakukan langka konkret dan menindaklanjuti laporan kami (tim Sayang II) terhadap kampanye hitam yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkap Basir menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Sementara Kapolres Luwu Utara diwakili kepala bagian operasi Komisaris Polisi Darianto mengatakan Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto sesaat ditemukannya stiker dan spanduk langsung memerintahkan seluruh Kapolsek dan Pospol untuk melakukan razia peningkatan status keamanan dengan aktif melakukan razia.
(azh)