Bikin pondasi, tukang batu temukan mortir
Minggu, 04 November 2012 - 18:03 WIB
Bikin pondasi, tukang batu temukan mortir
A
A
A
Sindonews.com – Seorang tukang batu secara tak sengaja menemukan sebuah mortir peninggalan zaman Belanda. Akhirnya pengalian dihentikan sementara menunggu tim Penjinak Bahan Peldak (Jihandak) Brimob Polda Parepare.
Mortir yang beratnya mencapai belasan kilogram dengan panjang 30 sentimeter tersebut pertama kali ditemukan oleh Sunubi (30) tukang batu, sekira pukul 15.00 Wita, Sabtu 3 November 2012.
Saat itu ia sedang menggali tanah yang akan dibangun pondasi rumah warga, di lorong 1, Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Polman.
“Saya kira batu. Pas saya gali sedikit, ternyata benda yang mengenai sekop itu adalah mortir,” ujar Sunubi kepada SINDO, Minggu, (4/11/2012).
Penemuan mortir tersebut membuat kaget warga di lokasi kejadian. Akhirnya Sunubi bersama sejumlah warga melaporkan penemuan tersebut ke aparat kepolisian.
Sekira pukul 03.30 Wita, tim Jihandak Detasemen B Brimob Parepare tiba di lokasi kejadian Desa Mirring. Saat itu juga, satu kompi tim Jihandak yang berjumlah sembilan orang tersebut langsung melakukan olah TKP dengan mengevakuasi mortir tersebut.
“Tim Jihandak selesai melakukan evakuasi sekira pukul 05.30 Wita. Setelah dipastikan aman, tim Jihandak akhirnya membawa mortir tersebut,” jelas Azis.
Mortir terebut tidak diketahui pembuatannya tahun berapa, karena bagian luar sudah berkarat.
Mortir yang beratnya mencapai belasan kilogram dengan panjang 30 sentimeter tersebut pertama kali ditemukan oleh Sunubi (30) tukang batu, sekira pukul 15.00 Wita, Sabtu 3 November 2012.
Saat itu ia sedang menggali tanah yang akan dibangun pondasi rumah warga, di lorong 1, Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Polman.
“Saya kira batu. Pas saya gali sedikit, ternyata benda yang mengenai sekop itu adalah mortir,” ujar Sunubi kepada SINDO, Minggu, (4/11/2012).
Penemuan mortir tersebut membuat kaget warga di lokasi kejadian. Akhirnya Sunubi bersama sejumlah warga melaporkan penemuan tersebut ke aparat kepolisian.
Sekira pukul 03.30 Wita, tim Jihandak Detasemen B Brimob Parepare tiba di lokasi kejadian Desa Mirring. Saat itu juga, satu kompi tim Jihandak yang berjumlah sembilan orang tersebut langsung melakukan olah TKP dengan mengevakuasi mortir tersebut.
“Tim Jihandak selesai melakukan evakuasi sekira pukul 05.30 Wita. Setelah dipastikan aman, tim Jihandak akhirnya membawa mortir tersebut,” jelas Azis.
Mortir terebut tidak diketahui pembuatannya tahun berapa, karena bagian luar sudah berkarat.
(ysw)