Aksi unjuk rasa Gayo Merdeka ricuh

Jum'at, 02 November 2012 - 13:52 WIB
Aksi unjuk rasa Gayo...
Aksi unjuk rasa Gayo Merdeka ricuh
A A A
Sindonews.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa Gayo Merdeka di depan pagar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Jalan Tgk M Daud Beureueh, Banda Aceh berlangsung ricuh.

Para mahasiswa memaksa masuk pekarangan namun dihalau puluhan aparat kepolisian. Akibat aksi saling dorong antara para mahasiswa dan polisi pintu gerbang utama jebol.

Kesal dihadang polisi saat hendak masuk gedung DPRA, aktivis Gayo Merdeka berusaha menutup jalan dengan duduk di tengah jalan, aksi itu sekita menyebabkan kemacetan. Puluhan polisi berhamburan ke kerumunan mahasiswa, mengusir mahasiswa agar tidak menyebabkan kemacetan dan mengatur lalu lintas.

Upaya tutup jalan berhasil digagalkan polisi dengan mendorong para mahasiswa ke pingir, salah seorang demonstran nyaris dibogem dan ditahan polisi. “Kalian kalau berunjukrasa yang tertib saja, kalian ini tidak memiliki izin,” ungkap salah seorang polisi pada para mahasiswa, Jumat (2/11/2012).

Kendati demikian, aparat kepolisian membiarkan para mahasiswa melanjutkan aksinya. Usai dua insiden kericuhan, massa Gayo Merdeka melanjutkan aksi dengan pertunjukkan seni Didong serta tarian tradisional. Sejumlah mahasiswa mengenakan pakaian adat dalam aksinya.

Gayo Merdeka menolak Qanun (Perda) Lembaga Wali Nanggroe yang dinilai tidak adil terhadap suku-suku minoritas di Provinsi Aceh. Koordinator Aksi, Budiman menyatakan salah satu alasan penolakkan karena ada pasal dalam qanun menyebutkan, Wali Nanggroe keturunan Aceh dan harus fasih berbahasa Aceh.

“Kami suka Gayo dan suku minoritas lainnya bukan keterunan Aceh dan tidak fasih berbahasa Aceh, ini diskriminasi,” kata Budiman.

Budiman menjelaskan, yang dimaksud Gayo Merdeka merupakan merdeka dari segala bentuk ketidakadilan politik, ekonomi dan pembangunan terhadap suku-suku minoritas di Provinsi Aceh. Ia menilai Qanun Lembaga Wali Negara hanya milik DPRA dan Gubernur Aceh.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi kami akan mengajak suku-suku minoritas lainnya untuk memisahkan diri dari Provinsi Aceh,” tegasnya.
(azh)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
52 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Jelang Pembebasan Sandera,...
Jelang Pembebasan Sandera, Brigade Al-Qassam Hamas Unjuk Kekuatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved