Polres Ciamis antisipasi bentrokan
Jum'at, 02 November 2012 - 11:35 WIB
Polres Ciamis antisipasi bentrokan
A
A
A
Sindonews.com – Bentrok antar massa pendukung pasangan calon gubernur (cagub) dinilai menjadi ancaman paling berbahaya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2013 mendatang.
Untuk mengantisipasi hal itu, jajaran Polres Ciamis sedikitnya menyiapkan 699 personel pengamanan yang terdiri dari pasukan negosiator, tim tindak dan tim masing-masing kesatuan seperti intelijen, Satuan lalu lintas, dan Satuan Bina Masyarakat.
“Salah satu tim pengamanan andalan Polres Ciamis yaitu tim tindak, saat pengamanan nanti tim tindak diberi kewenangan untuk melumpuhkan target jika dinilai membahayakan atau melakukan perlawanan,” ungkap Kepala Bagian Operasional (Bagops) Polres Ciamis Kompol Sutisna, Jumat (2/11/2012).
Sutisna menjelaskan, salah satu kelebihan tim tindak selain dilengkapi persenjataan lengkap jenis SS V2 Sabhara juga dilengkapi satu unit motor, borgol dan seragam khusus.
“Tim akan bergerak jika terjadi kemungkinan terburuk selama pelaksanan pilgub mendatang,” kata Sutisna.
Sutisna menyebutkan, berdasarkan analisa dan pengalaman Pilgub sebelumnya, ancaman saat pemilihan yang dinilai paling berbahaya yaitu bentrok antar massa pendukung. Sedangkan jenis ancaman lain, keamanan massa kampanye, black campaign masa tenang, saat pencoblosan dan perhitungan suara.
“Semua ancaman tersebut harus diantisipasi sejak dini, dan tim penaganannya harus dipersiapkan,” tandas Sutisna.
Wakapolres Ciamis Kompol Muhammad Hasyim Risahondua mengatakan, latihan pengamanan pilgub yang dilakukan jajaran polres saat ini, dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Lat Pra Ops Lodaya 2012-2013 untuk pengamanan Pemilihan Gubernur Jabar.
“Untuk latihan ini dilibatkan sebanyak 150 personel, sementara saat pelaksanaan nanti akan dilibatkan kekuatan penuh sebanyak 699 personel,” tandas Hasyim.
Hasyim mengatakan, untuk pengamanan pilgub mendatang, hingga saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dari KPU, karena kerawanan yang diprediksi sangat bergantung teknis penyelenggaranan yang akan dilakukan di Ciamis.
“Sampai saat ini, kami masih belum menerima berapa TPS yang akan digunakan di Ciamis begitu juga jadwal kampanye. Berapa titik dan berapa kali pengunaan kampanye saat mempengaruhi kondisi keamanan yang disiapkan,” terangnya.
Jika pada pilgub tahun ini ternyata Ciamis tidak digunakan kampanye, lanjut Hasyim, maka ancaman keamanan semakin kecil.
“Sebaliknya jika jumlah titik kampanye lebih banyak pengamanan harus disiapkan lebih banyak dan harus lebih siap. Begitu juga TPS, semakin banyak TPS, jumlah personel pengamanan yang dibutuhkan juga lebih banyak,” pungkas Hasyim.
Untuk mengantisipasi hal itu, jajaran Polres Ciamis sedikitnya menyiapkan 699 personel pengamanan yang terdiri dari pasukan negosiator, tim tindak dan tim masing-masing kesatuan seperti intelijen, Satuan lalu lintas, dan Satuan Bina Masyarakat.
“Salah satu tim pengamanan andalan Polres Ciamis yaitu tim tindak, saat pengamanan nanti tim tindak diberi kewenangan untuk melumpuhkan target jika dinilai membahayakan atau melakukan perlawanan,” ungkap Kepala Bagian Operasional (Bagops) Polres Ciamis Kompol Sutisna, Jumat (2/11/2012).
Sutisna menjelaskan, salah satu kelebihan tim tindak selain dilengkapi persenjataan lengkap jenis SS V2 Sabhara juga dilengkapi satu unit motor, borgol dan seragam khusus.
“Tim akan bergerak jika terjadi kemungkinan terburuk selama pelaksanan pilgub mendatang,” kata Sutisna.
Sutisna menyebutkan, berdasarkan analisa dan pengalaman Pilgub sebelumnya, ancaman saat pemilihan yang dinilai paling berbahaya yaitu bentrok antar massa pendukung. Sedangkan jenis ancaman lain, keamanan massa kampanye, black campaign masa tenang, saat pencoblosan dan perhitungan suara.
“Semua ancaman tersebut harus diantisipasi sejak dini, dan tim penaganannya harus dipersiapkan,” tandas Sutisna.
Wakapolres Ciamis Kompol Muhammad Hasyim Risahondua mengatakan, latihan pengamanan pilgub yang dilakukan jajaran polres saat ini, dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Lat Pra Ops Lodaya 2012-2013 untuk pengamanan Pemilihan Gubernur Jabar.
“Untuk latihan ini dilibatkan sebanyak 150 personel, sementara saat pelaksanaan nanti akan dilibatkan kekuatan penuh sebanyak 699 personel,” tandas Hasyim.
Hasyim mengatakan, untuk pengamanan pilgub mendatang, hingga saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dari KPU, karena kerawanan yang diprediksi sangat bergantung teknis penyelenggaranan yang akan dilakukan di Ciamis.
“Sampai saat ini, kami masih belum menerima berapa TPS yang akan digunakan di Ciamis begitu juga jadwal kampanye. Berapa titik dan berapa kali pengunaan kampanye saat mempengaruhi kondisi keamanan yang disiapkan,” terangnya.
Jika pada pilgub tahun ini ternyata Ciamis tidak digunakan kampanye, lanjut Hasyim, maka ancaman keamanan semakin kecil.
“Sebaliknya jika jumlah titik kampanye lebih banyak pengamanan harus disiapkan lebih banyak dan harus lebih siap. Begitu juga TPS, semakin banyak TPS, jumlah personel pengamanan yang dibutuhkan juga lebih banyak,” pungkas Hasyim.
(azh)