Pascabentrokan, kondisi Palu mulai kondussif
Rabu, 31 Oktober 2012 - 10:11 WIB
Pascabentrokan, kondisi Palu mulai kondussif
A
A
A
Sindonews.com - Pascabentrokan antar warga dua kelurahan bertetangga di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), situasi keamanan di wilayah tersebut kini mulai kondusif. Poros jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jembatan Palu Dua yang diblokir aparat kepolisian saat ini sudah dapat dilalui warga.
Meski situasi sudah tergolong aman, warga mengaku masih was-was dan khawatir akan terjadinya bentrokan susulan. Para pedagang yang berjualan di lokasi bentrokan sebagian belum membuka usahanya.
Rahman Taiko, pemilik warung dan dua sepeda motor serta gerobak jualan yang ikut dibakar massa saat bentrokan mengaku pasrah. Meski menderita kerugian material akibat bentrokan tersebut, Rahman mengaku bersyukur, sebab dirinya bersama istri dan anaknya bisa selamat. Saat ini, Rahman bersama keluarga mengungsi di rumah keluarga sembari membangun kembali tempat jualannya.
"Kalau tempat usaha bisa dibangun lagi. Saya bersyukur anak dan istri saya selamat dari bentrokan itu," ungkap Rahman menjelaskan kepada wartawan, Rabu (31/10/2012).
Hingga kini pantauan di lapangan, barikade polisi yang sebelumnya dipasang untuk menghalau keua kelompok warga sudah dibersihkan oleh pihak kepolisian.
Bentrokan warga dua kelurahan bertetangga yakni Kelurahan Tatura, Palu Selatan dan Kelurahan Tinggede, Kecamatan marawola, Kabupaten Sigi, Selasa 30 Oktober 2012. Bentrokan terjadi hingga dua kiali. Akibatnya, tiga unit sepeda motor dibakar. Selain itu, satu warung milik warga ikut dibakar massa. Tidak ada korban jiwa saat terjadinya bentrokan.
Meski situasi sudah tergolong aman, warga mengaku masih was-was dan khawatir akan terjadinya bentrokan susulan. Para pedagang yang berjualan di lokasi bentrokan sebagian belum membuka usahanya.
Rahman Taiko, pemilik warung dan dua sepeda motor serta gerobak jualan yang ikut dibakar massa saat bentrokan mengaku pasrah. Meski menderita kerugian material akibat bentrokan tersebut, Rahman mengaku bersyukur, sebab dirinya bersama istri dan anaknya bisa selamat. Saat ini, Rahman bersama keluarga mengungsi di rumah keluarga sembari membangun kembali tempat jualannya.
"Kalau tempat usaha bisa dibangun lagi. Saya bersyukur anak dan istri saya selamat dari bentrokan itu," ungkap Rahman menjelaskan kepada wartawan, Rabu (31/10/2012).
Hingga kini pantauan di lapangan, barikade polisi yang sebelumnya dipasang untuk menghalau keua kelompok warga sudah dibersihkan oleh pihak kepolisian.
Bentrokan warga dua kelurahan bertetangga yakni Kelurahan Tatura, Palu Selatan dan Kelurahan Tinggede, Kecamatan marawola, Kabupaten Sigi, Selasa 30 Oktober 2012. Bentrokan terjadi hingga dua kiali. Akibatnya, tiga unit sepeda motor dibakar. Selain itu, satu warung milik warga ikut dibakar massa. Tidak ada korban jiwa saat terjadinya bentrokan.
(azh)