Produksi upal, kontrakan digerebek polisi
Selasa, 23 Oktober 2012 - 17:26 WIB
Produksi upal, kontrakan digerebek polisi
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran Kepolisian Resor Temanggung, menggerebek rumah kontrakan yang diduga sebagai tempat memproduksi uang palsu (upal), di Dusun Sekrikil, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Agung Setyabudi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengintaian selama tiga hari sebelum melakukan penggerebekan.
"Ditemukan uang kertas diduga palsu pecahan Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, dan Rp100 ribu. Jumlahnya signifikan, namun kami belum lakukan penghitungan," kata Agung, di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2012).
Dari hasil pengerebekan di rumah kontrakan milik Tarom warga Batuloyo itu, polisi mengamankan empat orang penghuni rumah asal Kendal.
Empat pelaku itu terdiri dua laki-laki berinisial BS dan U serta dua orang perempuan merupakan istri dan anak BS.
"Kami masih akan mengembangkan kasus ini, sebab, selain upal, kami juga mendalami apakah mereka tersangut kasus pencurian. Karena di rumah kontrakan tersebut, ditemukan tiga sepeda motor dan sebuah mobil Carry," paparnya.
Sementara itu, Suyatno warga Sekrikil menuturkan, penghuni rumah kontrakan tersebut selalu tertutup dengan warga sekitar.
"Sudah sekitar lima bulan mereka kontrak di sini. Tapi kami tidak akrab dan tidak tahu aktifitasnya," ucapnya.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Agung Setyabudi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengintaian selama tiga hari sebelum melakukan penggerebekan.
"Ditemukan uang kertas diduga palsu pecahan Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, dan Rp100 ribu. Jumlahnya signifikan, namun kami belum lakukan penghitungan," kata Agung, di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2012).
Dari hasil pengerebekan di rumah kontrakan milik Tarom warga Batuloyo itu, polisi mengamankan empat orang penghuni rumah asal Kendal.
Empat pelaku itu terdiri dua laki-laki berinisial BS dan U serta dua orang perempuan merupakan istri dan anak BS.
"Kami masih akan mengembangkan kasus ini, sebab, selain upal, kami juga mendalami apakah mereka tersangut kasus pencurian. Karena di rumah kontrakan tersebut, ditemukan tiga sepeda motor dan sebuah mobil Carry," paparnya.
Sementara itu, Suyatno warga Sekrikil menuturkan, penghuni rumah kontrakan tersebut selalu tertutup dengan warga sekitar.
"Sudah sekitar lima bulan mereka kontrak di sini. Tapi kami tidak akrab dan tidak tahu aktifitasnya," ucapnya.
(maf)