Status Gunung Raung Bondowoso siaga
Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:12 WIB
Status Gunung Raung Bondowoso siaga
A
A
A
Sindonews.com - Kepulkan asap setinggi 50-75 meter ditambah beberapa kali gempa tremor, Gunung Raung Bondowoso Jawa Timur statusnya ditetapkan siaga. Kini, warga dilarang beraktivitas di gunung tersebut dalam radius tiga kilometer.
Gunung Raung di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dinaikan statusnya dari waspada (Level 2) menjadi siaga atau Level 3 dari empat level status kegunungapian yang ada.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Surono menjelaskan, terhitung sejak Senin 22 Oktober 2012 pukul 20.30 WIB, status Gunung Raung dinaikkan dari Waspada ke Siaga.
Dengan naiknya status Gunung Raung menjadi siaga, maka PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Raung.
Surono menuturkan, aktivitas vulkanik Gunung Raung meningkat sejak Rabu 17 Oktober lalu yang ditandai oleh terekamnya tremor vulkanik menerus dengan amplituda rata-rata 2-4 mm.
Lalu pada tanggal 18 Oktober 2012 pukul 21.00 WIB, status kegiatan dinaikan dari Normal ke Waspada. Pada 19-20 Oktober 2012, amplituda tremor vulkanik (energi) naik menjadi 8-10 mm (maksimum 25 mm).
"Teramati asap di puncak Gunung Raung dengan tinggi 50 meter dari puncak," ungkapnya melalui pesan singkat pada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Hingga Minggu 21 Oktober lalu sampai saat ini amplituda tremor terus meningkat menjadi 12-15 mm (maksimum 30 mm hingga overscale) dengan tinggi asap dari puncak 50-75 meter.
Gunung Raung di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dinaikan statusnya dari waspada (Level 2) menjadi siaga atau Level 3 dari empat level status kegunungapian yang ada.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Surono menjelaskan, terhitung sejak Senin 22 Oktober 2012 pukul 20.30 WIB, status Gunung Raung dinaikkan dari Waspada ke Siaga.
Dengan naiknya status Gunung Raung menjadi siaga, maka PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Raung.
Surono menuturkan, aktivitas vulkanik Gunung Raung meningkat sejak Rabu 17 Oktober lalu yang ditandai oleh terekamnya tremor vulkanik menerus dengan amplituda rata-rata 2-4 mm.
Lalu pada tanggal 18 Oktober 2012 pukul 21.00 WIB, status kegiatan dinaikan dari Normal ke Waspada. Pada 19-20 Oktober 2012, amplituda tremor vulkanik (energi) naik menjadi 8-10 mm (maksimum 25 mm).
"Teramati asap di puncak Gunung Raung dengan tinggi 50 meter dari puncak," ungkapnya melalui pesan singkat pada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Hingga Minggu 21 Oktober lalu sampai saat ini amplituda tremor terus meningkat menjadi 12-15 mm (maksimum 30 mm hingga overscale) dengan tinggi asap dari puncak 50-75 meter.
(ysw)