Walikota hingga Sekda Ternate jadi tersangka

Senin, 22 Oktober 2012 - 14:16 WIB
Walikota hingga Sekda...
Walikota hingga Sekda Ternate jadi tersangka
A A A
Sindonews.com - Pengusutan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) terkait dugaan korupsi pengadaan lahan seluas 2,4 hektare menemui titik terang.

Kejati sudah menetapkan lima tersangka dalam proyek Pengadaan lahan Water Boom seluas 2,4 hektare yang menggunakan dana APBD tahun 2011 senilai Rp4,8 miliar.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Malut Robert Jimmy menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada 15 pejabat di lingkungan Pemkot Ternate, BRI Jakarta, KPNL II Jakarta, dan pemilik lahan Jhony Soetanto.

Dari pemeriksaan tersebut Kejati menetapkan lima orang sebagai tersangka yakni Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar, Sekda Kota Ternate Isnain Ibrahim, Kabag Pemerintahan Kota Ternate Ade Mustafa, dan pemilik lahan PT Nelayan Bhakti Jhony Soetanto.

“Ketiga tersangka kita sudah tahan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Ternate," katanya yang ditemai di ruang kerjanya, Senin (22/10/2012).

Masing-masing tersangka yang sudah ditahan, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Isnain Ibrahim, Kepala Bagian pemerintahan Kota Ternate Ade Mustafa, dan Pemilik lahan PT Nelayan Bhakti Jhony Soetanto.

Robert menambahkan, Kejati kini tengah membidik wali kota dan wakil wali kota Ternate untuk dibui.

"Walikota dan Wakilnya itu, dalam Waktu dekat akan diperiksa sebagai tersangka,” janji Robert.

Dalam kasus lain, Kejati Malut juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Halmahera Selatan Muhamad Kasuba dan Sekretaris Daerah Halmahera Selatan Aminudin Akt.

Sebelumnya Kejati Malut sudah mengeluarkan Surat Penghentian Penyelidikan SP3, namun dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Ternate.

Bermodalkan surat putusan bernomor: 1/Pid.Pra.Tipikor/2012/TTE, Kejati Malut diperintahkan untuk membatalkan SP3 sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba dan Aminudin Akt.

Sebagaimana diketahui, Halmahera Corruption Watch (HCW) diketahui sebagai pihak yang mengajukan Praperadilan atas terbitnya SP3 atas perkara dugaan korupsi yang dilakukan Kasuba dan Aminudin.
(ysw)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved