Empat terseret ombak, satu wisatawan hilang
Senin, 22 Oktober 2012 - 03:40 WIB
Empat terseret ombak, satu wisatawan hilang
A
A
A
Sindonews.com – Empat wisatawan asal Temanggung, Jawa Tengah terseret ombak Pantai Glagah. Tiga di antaranya dapat diselamatkan, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.
Keempat wisatawan yang terseret ombak bernama Winarsih (20) warga Traju, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan; Saleh (17) dan Sarifudin (19) warga Pendowo, Gentan; serta Dimas (20) warga Prapat, Gentan.
Sugeng Lukito Harjo, Koordinotor SAR Wilayah V mengatakan, peristiwa bermula ketika rombongan tersebut tiba di Pantai Glagah, Minggu pagi menggunakan mobil. Tak lama berselang, mereka langsung mandi di selatan Joglo Labuhan.
Menurutnya, petugas sudah mengingatkan agar keempat wisatawan ini tidak mandi. Namun peringatan tidak digubris.
“Mereka ngeyel dan tetap mandi. Sekitar pukul 13.50WIB, tiba-tiba empat wisatawan itu terseret ombak pasang setinggi dua meter yang datang tiba-tiba,” kata Sugeng, Minggu (21/10/2012).
Dia mengatakan, rekan mereka langsung meminta pertolongan setelah mengetahui rekannya terseret ombak.
Tim SAR berhasil menyelamatkan Dimas, Saleh dan Sarifudin setelah terseret sejauh 15 meter. Sedangkan Winarsih belum juga ditemukan.
“Kita sudah menyisir pantai menggunakan alat Bantu tali dengan radius 30 meter dari bibir pantai. Sementara pencarian dihentikan 17.00 WIB dan akan dilanjutkan selepas magrib,” jelasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman, korban yang terseret ombak lebih tiga jam, biasanya dapat dipastikan telah meninggal dunia. Minggu malam, sekitar 10 petugas SAR serta personil gabungan Polairut dan TNI AL akan melanjutkan pencarian korban.
“Kami akan terus melakukan pencarian selama 3 x 24 jam. Setelah itu kami akan melakukan pantauan jika ditemukan mayat korban di sepanjang pesisir selatan,” pungkasnya.
Keempat wisatawan yang terseret ombak bernama Winarsih (20) warga Traju, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan; Saleh (17) dan Sarifudin (19) warga Pendowo, Gentan; serta Dimas (20) warga Prapat, Gentan.
Sugeng Lukito Harjo, Koordinotor SAR Wilayah V mengatakan, peristiwa bermula ketika rombongan tersebut tiba di Pantai Glagah, Minggu pagi menggunakan mobil. Tak lama berselang, mereka langsung mandi di selatan Joglo Labuhan.
Menurutnya, petugas sudah mengingatkan agar keempat wisatawan ini tidak mandi. Namun peringatan tidak digubris.
“Mereka ngeyel dan tetap mandi. Sekitar pukul 13.50WIB, tiba-tiba empat wisatawan itu terseret ombak pasang setinggi dua meter yang datang tiba-tiba,” kata Sugeng, Minggu (21/10/2012).
Dia mengatakan, rekan mereka langsung meminta pertolongan setelah mengetahui rekannya terseret ombak.
Tim SAR berhasil menyelamatkan Dimas, Saleh dan Sarifudin setelah terseret sejauh 15 meter. Sedangkan Winarsih belum juga ditemukan.
“Kita sudah menyisir pantai menggunakan alat Bantu tali dengan radius 30 meter dari bibir pantai. Sementara pencarian dihentikan 17.00 WIB dan akan dilanjutkan selepas magrib,” jelasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman, korban yang terseret ombak lebih tiga jam, biasanya dapat dipastikan telah meninggal dunia. Minggu malam, sekitar 10 petugas SAR serta personil gabungan Polairut dan TNI AL akan melanjutkan pencarian korban.
“Kami akan terus melakukan pencarian selama 3 x 24 jam. Setelah itu kami akan melakukan pantauan jika ditemukan mayat korban di sepanjang pesisir selatan,” pungkasnya.
(lns)