Teten Masduki klaim didukung PDI Perjuangan
Minggu, 21 Oktober 2012 - 04:01 WIB
Teten Masduki klaim didukung PDI Perjuangan
A
A
A
Sindonews.com - Teten Masduki mengklaim pilihan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Barat (Jabar) sudah pengerucut kepada dirinya dan Rieke Dyah Pitaloka untuk maju dalam Pilgub Jabar 2013.
"TB Hasanuddin (Ketua Pelaksana Harian DPD PDIP Jabar) bilang, pilihan DPD PDIP sudah mengerucut ke saya dan Rieke," ungkap Teten, usai membuka pameran lukisan di Kantor Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Bandung, Sabtu 20 Oktober 2012.
"Dari DPD PDIP Jabar memang sudah mengerucut, saya dan Rieke. Tinggal mendapat persetujuan dari DPP (pusat)," tambah aktivis antikorupsi pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menuturkan, dirinya sudah melakukan pertemuan tertutup dengan TB Hasanuddin.
Meski begitu, kata dia, memang masih terbuka opsi lain selain pasangan Teten-Rieke. Bisa saja ada calon lain dari PDI Perjuangan. "Ini tergantung dari aspek elektabilitasnya tinggi atau tidak," terangnya.
Lanjutnya, opsi lain itu akan dipilih DPP jika ternyata elektabilitas Teten kurang. Menurutnya, belum tentu dirinya memiliki elektabilitas bagus. Selain itu, para bakal calon dari PDIP juga masih dalam tahap survei. Teten sendiri disurvei dalam tiga minggu terakhir ini.
"Kalau elektabilitas saya jelek ngapain terus," tukasnya.
Hasil dari keputusan DPP akan ditetapkan awal November 2012, sebelum pendaftaran di KPU Jabar dibuka.
Disinggung apakah Teten keukeuh ingin kursi Jabar Satu (Gubernur), dia menegaskan bahwa pencalonannya bukan untuk rebutan jabatan. "Nanti (penetapan) diserahkan ke ibu Mega (Megawati, Ketum PDIP)," ujarnya.
Saat didesak apakah Teten mau di posisi sebagai calon gubernur mendampingi Rieke, Teten mengelak bahwa hal itu urusan DPP. Selain itu, baginya masih ada opsi lain.
"Ada juga tawaran. Ini kan bentar lagi konstalasi berubah," terangnya.
Untuk itu, Teten juga mengamati perubahan konstalasi di saat injure time, yakni menjelang pendaftaran KPU Jabar pada 4 November mendatang. Karena sebelum tanggal tersebut, masing-masing parpol harus sudah menyiapkan cagub dan wagubnya.
Untuk itu, Teten juga mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan Golkar dan PKS.
"Golkar dan PKS juga terbuka, nanti saya lihatlah. Pasti kontelasi ada yang berubah karena menyangkut elektabilitas," pungkasnya.
"TB Hasanuddin (Ketua Pelaksana Harian DPD PDIP Jabar) bilang, pilihan DPD PDIP sudah mengerucut ke saya dan Rieke," ungkap Teten, usai membuka pameran lukisan di Kantor Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Bandung, Sabtu 20 Oktober 2012.
"Dari DPD PDIP Jabar memang sudah mengerucut, saya dan Rieke. Tinggal mendapat persetujuan dari DPP (pusat)," tambah aktivis antikorupsi pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menuturkan, dirinya sudah melakukan pertemuan tertutup dengan TB Hasanuddin.
Meski begitu, kata dia, memang masih terbuka opsi lain selain pasangan Teten-Rieke. Bisa saja ada calon lain dari PDI Perjuangan. "Ini tergantung dari aspek elektabilitasnya tinggi atau tidak," terangnya.
Lanjutnya, opsi lain itu akan dipilih DPP jika ternyata elektabilitas Teten kurang. Menurutnya, belum tentu dirinya memiliki elektabilitas bagus. Selain itu, para bakal calon dari PDIP juga masih dalam tahap survei. Teten sendiri disurvei dalam tiga minggu terakhir ini.
"Kalau elektabilitas saya jelek ngapain terus," tukasnya.
Hasil dari keputusan DPP akan ditetapkan awal November 2012, sebelum pendaftaran di KPU Jabar dibuka.
Disinggung apakah Teten keukeuh ingin kursi Jabar Satu (Gubernur), dia menegaskan bahwa pencalonannya bukan untuk rebutan jabatan. "Nanti (penetapan) diserahkan ke ibu Mega (Megawati, Ketum PDIP)," ujarnya.
Saat didesak apakah Teten mau di posisi sebagai calon gubernur mendampingi Rieke, Teten mengelak bahwa hal itu urusan DPP. Selain itu, baginya masih ada opsi lain.
"Ada juga tawaran. Ini kan bentar lagi konstalasi berubah," terangnya.
Untuk itu, Teten juga mengamati perubahan konstalasi di saat injure time, yakni menjelang pendaftaran KPU Jabar pada 4 November mendatang. Karena sebelum tanggal tersebut, masing-masing parpol harus sudah menyiapkan cagub dan wagubnya.
Untuk itu, Teten juga mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan Golkar dan PKS.
"Golkar dan PKS juga terbuka, nanti saya lihatlah. Pasti kontelasi ada yang berubah karena menyangkut elektabilitas," pungkasnya.
(azh)