Warga tolak pembangunan bandara di Kulonprogo
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 20:24 WIB
Warga tolak pembangunan bandara di Kulonprogo
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 25 warga yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tritunggal, mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo. Mereka menolak pembangunan bandara di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Dalam aksinya itu, warga berharap agar pembangunan bandara dibatalkan. Pasalnya, lahan yang akan dipakai untuk membangun bandara, merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Apapun alasannya, kami menolak pembangunan bandara di desa kami," kata Ketua Paguyuban Wahana Tritunggal, Purwinto, di Yogyakarta, Jumat (19/10/2012).
Keberadaan bandara akan menggusur pemukiman penduduk dan mata pencaharian warga. Hal inilah yang harus dipertimbangkan pemerintah setempat, agar tidak asal menggusur.
“Bukan hanya warga sekitar, banyak warga luar daerah yang bekerja di sana,” tegasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan, proses pembangunan masih sangat panjang. Setelah feasibility studies, masih menunggu proses izin lokasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Pemerintah Kabupaten sendiri siap mensosialisasikan lokasi dan permasalahan mengenai pembangunan bandara secara benar dan transparan.
“Saya siap memberikan informasi kepada siapapun tentang bandara. Hanya saja sampai sekarang belum ada kepastian di mana lokasi, dan tahapannya itu masih panjang,” bebernya.
Dalam aksinya itu, warga berharap agar pembangunan bandara dibatalkan. Pasalnya, lahan yang akan dipakai untuk membangun bandara, merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Apapun alasannya, kami menolak pembangunan bandara di desa kami," kata Ketua Paguyuban Wahana Tritunggal, Purwinto, di Yogyakarta, Jumat (19/10/2012).
Keberadaan bandara akan menggusur pemukiman penduduk dan mata pencaharian warga. Hal inilah yang harus dipertimbangkan pemerintah setempat, agar tidak asal menggusur.
“Bukan hanya warga sekitar, banyak warga luar daerah yang bekerja di sana,” tegasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan, proses pembangunan masih sangat panjang. Setelah feasibility studies, masih menunggu proses izin lokasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Pemerintah Kabupaten sendiri siap mensosialisasikan lokasi dan permasalahan mengenai pembangunan bandara secara benar dan transparan.
“Saya siap memberikan informasi kepada siapapun tentang bandara. Hanya saja sampai sekarang belum ada kepastian di mana lokasi, dan tahapannya itu masih panjang,” bebernya.
(maf)