IPW: Seharusnya Unpam hormati tamu
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 08:27 WIB
IPW: Seharusnya Unpam hormati tamu
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan peristiwa bentrokan yang terjadi antara petugas kepolisian dengan mahasiswa Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. seharusnya pihak kampus termasuk mahasiswa dapat menghormati tamu yang bertandang ke kampus mereka. Apalagi jika tamu yang datang tersebut merupakan salah satu pejabat tinggi negara.
"Artinya, penghormatan terhadap tamu harus dikedepankan. Apalagi tamu yang diundang tersebut adalah pejabat tinggi negara," kata Ketaua Presidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Apalagi diketahui jika Wakapolri, Komjen Nanan Sukarna datang ke Unpam atas undangan dari pihak Universitas. Sehingga tidak selayaknya kejadian itu terjadi, terlebih Nanan datang untuk memberikan kuliah umum.
"Seharusnya hal ini (bentrokan) tidak perlu terjadi. Sebab kehadiran Wakapolri untuk memberikan kuliah di Universitas Pamulang, pastilah atas undangan civitas akademika setempat," jelas Neta.
Di sisi lain, kalaupun mahasiswa ingin melakukan aksi unjuk rasa tersebut, maka sudah sepantasnya dilakukan secara damai, tanpa harus terjadi bentrokan hingga menyebabkan korban luka-luka, apalagi sampai memukul tamu yang datang.
"Kalaupun ada mahasiswa yang tidak setuju, boleh saja melakukan aksi protes. Tapi tidak perlu sampai melakukan bentrokan, apalagi sang tamu sampai dipukul segala," tukasnya.
"Artinya, penghormatan terhadap tamu harus dikedepankan. Apalagi tamu yang diundang tersebut adalah pejabat tinggi negara," kata Ketaua Presidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Apalagi diketahui jika Wakapolri, Komjen Nanan Sukarna datang ke Unpam atas undangan dari pihak Universitas. Sehingga tidak selayaknya kejadian itu terjadi, terlebih Nanan datang untuk memberikan kuliah umum.
"Seharusnya hal ini (bentrokan) tidak perlu terjadi. Sebab kehadiran Wakapolri untuk memberikan kuliah di Universitas Pamulang, pastilah atas undangan civitas akademika setempat," jelas Neta.
Di sisi lain, kalaupun mahasiswa ingin melakukan aksi unjuk rasa tersebut, maka sudah sepantasnya dilakukan secara damai, tanpa harus terjadi bentrokan hingga menyebabkan korban luka-luka, apalagi sampai memukul tamu yang datang.
"Kalaupun ada mahasiswa yang tidak setuju, boleh saja melakukan aksi protes. Tapi tidak perlu sampai melakukan bentrokan, apalagi sang tamu sampai dipukul segala," tukasnya.
(mhd)