IPW prihatin dengan bentrokan di Unpam
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 07:59 WIB
IPW prihatin dengan bentrokan di Unpam
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan unjuk rasa yang berakhir anarkis hingga terjadi bentrokan antara petugas dengan mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan.
"IPW prihatin dengan peristiwa bentrokan antara polisi dengan mahasiswa di Universitas Pamulang," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews, Jumat (19/10/2012).
Selain itu, Neta juga prihatin, karena bentrokan tersebut menyebabkan adanya korban yang mengalami luka-luka, baik itu dari pihak petugas maupun mahasiswa. Apalagi disebut-sebut Wakapolri, Komjen Nanan Sukarna juga sempat terkena pukulan.
"Apalagi bentrokan itu sampai membuat sejumlah polisi dan mahasiswa terluka. Bahkan Wakapolri disebut-sebut sempat terkena pukulan," tukasnya.
Sebelumnya, aksi demontrasi mahasiswa di depan kampus Unpam berlangsung ricuh. Mahasiswa dan polisi terlibat adu jotos. Sedikitnya tiga orang mahasiwa dan lima orang polisi terluka, dilarikan ke Puskesmas Pamulang dan RSUD Tangerang Selatan.
Salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, terkena peluru karet polisi. Saat ini, korban telah dibawa ke rumahAksi demontrasi mahasiswa di depan kampus Universitas Pamulang (Unpam) berlangsung ricuh. Mahasiswa dan polisi terlibat adu jotos. Sedikitnya tiga orang mahasiwa dan lima orang polisi terluka, dilarikan ke Puskesmas Pamulang dan RSUD Tangerang Selatan.
Salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, terkena peluru karet polisi. Belum diketahui identitas mahasiswa yang terkena peluru karet itu.
Namun, keberadaannya sudah diketahui. Saat ini, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.
"Ada tiga korban dari peristiwa ini. Saya sendiri, Juli Fajrin, mahasiswa Fakultas Elektro dan Feri Irawan, mahasiswa Fakultas Hukum," ujar Bernadiktus Mega Pradita (20), mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum kepada wartawan, di Pamulang, Kamis (18/10/2012). sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.
"Ada tiga korban dari peristiwa ini. Saya sendiri, Juli Fajrin, mahasiswa Fakultas Elektro dan Feri Irawan, mahasiswa Fakultas Hukum," ujar Bernadiktus Mega Pradita (20), mahasiswa semester tujuh Fakultas Hukum kepada wartawan, di Pamulang, Kamis 18 Oktober 2012 kemarin.
"IPW prihatin dengan peristiwa bentrokan antara polisi dengan mahasiswa di Universitas Pamulang," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Sindonews, Jumat (19/10/2012).
Selain itu, Neta juga prihatin, karena bentrokan tersebut menyebabkan adanya korban yang mengalami luka-luka, baik itu dari pihak petugas maupun mahasiswa. Apalagi disebut-sebut Wakapolri, Komjen Nanan Sukarna juga sempat terkena pukulan.
"Apalagi bentrokan itu sampai membuat sejumlah polisi dan mahasiswa terluka. Bahkan Wakapolri disebut-sebut sempat terkena pukulan," tukasnya.
Sebelumnya, aksi demontrasi mahasiswa di depan kampus Unpam berlangsung ricuh. Mahasiswa dan polisi terlibat adu jotos. Sedikitnya tiga orang mahasiwa dan lima orang polisi terluka, dilarikan ke Puskesmas Pamulang dan RSUD Tangerang Selatan.
Salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, terkena peluru karet polisi. Saat ini, korban telah dibawa ke rumahAksi demontrasi mahasiswa di depan kampus Universitas Pamulang (Unpam) berlangsung ricuh. Mahasiswa dan polisi terlibat adu jotos. Sedikitnya tiga orang mahasiwa dan lima orang polisi terluka, dilarikan ke Puskesmas Pamulang dan RSUD Tangerang Selatan.
Salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, terkena peluru karet polisi. Belum diketahui identitas mahasiswa yang terkena peluru karet itu.
Namun, keberadaannya sudah diketahui. Saat ini, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.
"Ada tiga korban dari peristiwa ini. Saya sendiri, Juli Fajrin, mahasiswa Fakultas Elektro dan Feri Irawan, mahasiswa Fakultas Hukum," ujar Bernadiktus Mega Pradita (20), mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum kepada wartawan, di Pamulang, Kamis (18/10/2012). sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.
"Ada tiga korban dari peristiwa ini. Saya sendiri, Juli Fajrin, mahasiswa Fakultas Elektro dan Feri Irawan, mahasiswa Fakultas Hukum," ujar Bernadiktus Mega Pradita (20), mahasiswa semester tujuh Fakultas Hukum kepada wartawan, di Pamulang, Kamis 18 Oktober 2012 kemarin.
(mhd)