Bentrokan mahasiswa dengan aparat tak boleh terulang
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 07:00 WIB
Bentrokan mahasiswa dengan aparat tak boleh terulang
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan antara aparat dengan mahasiswa tidak boleh terjadi lagi. Apalagi jika bentrokan itu terjadi di saat aparat tersebut tengah bertugas untuk mengawal pejabat Polri yang diundang untuk memberikan kuliah umum di perguruan tinggi yang bersangkutan.
"Bagaimanapun bentrokan antara tuan rumah dan tamu, yakni antara mahasiswa dan Polri dalam mengamankan pejabat tinggi Polri yang diundang ke sebuah tempat, adalah peristiwa yang memprihatinkan dan tidak boleh terulang lagi. Sebab yang rugi pasti Polri sebagai institusi," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane kepada Sindonews, Jumat 19/10/2012).
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, jika pecahnya bentrokan antara petugas dengan mahasiswa Unpam dapat membuat pihak kampus merasa malu.
"Orang mereka (Unpam) yang ngundang kok. Seharusnya mereka malu," tukas Rikwanto.
Sebelumnya, terjadi bentrokan antara petugas dengan 100 orang mahasiswa Unpam yang melakukan aksi unjuk rasa anarkis. Aksi unjuk rasa itu sendiri diketahui sebagai bentuk penolakan mahasiswa atas kehadiran Nanan di kampus itu untuk memberikan kuliah umum.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang anggota kepolisian dan satu orang mahasiswa mengalami luka-luka, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan milik petugas juga mengalami kerusakan akibat terkena lemparan botol maupun batu. Kendaraan yang mengalami kerusakan itu, yakni truk Brimob pengangkut alat dalmas, yang mengalami pecah kacah depan.
Lalu, voorijder pengawal Wakapolri mengalami kerusakan kaca depan dan belakang. Terakhir mobil Sedan Soluna milik anggota Polsek yang terparkir di halaman polsek, terkena lemparan batu oleh mahasiswa.
"Bagaimanapun bentrokan antara tuan rumah dan tamu, yakni antara mahasiswa dan Polri dalam mengamankan pejabat tinggi Polri yang diundang ke sebuah tempat, adalah peristiwa yang memprihatinkan dan tidak boleh terulang lagi. Sebab yang rugi pasti Polri sebagai institusi," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane kepada Sindonews, Jumat 19/10/2012).
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, jika pecahnya bentrokan antara petugas dengan mahasiswa Unpam dapat membuat pihak kampus merasa malu.
"Orang mereka (Unpam) yang ngundang kok. Seharusnya mereka malu," tukas Rikwanto.
Sebelumnya, terjadi bentrokan antara petugas dengan 100 orang mahasiswa Unpam yang melakukan aksi unjuk rasa anarkis. Aksi unjuk rasa itu sendiri diketahui sebagai bentuk penolakan mahasiswa atas kehadiran Nanan di kampus itu untuk memberikan kuliah umum.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang anggota kepolisian dan satu orang mahasiswa mengalami luka-luka, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan milik petugas juga mengalami kerusakan akibat terkena lemparan botol maupun batu. Kendaraan yang mengalami kerusakan itu, yakni truk Brimob pengangkut alat dalmas, yang mengalami pecah kacah depan.
Lalu, voorijder pengawal Wakapolri mengalami kerusakan kaca depan dan belakang. Terakhir mobil Sedan Soluna milik anggota Polsek yang terparkir di halaman polsek, terkena lemparan batu oleh mahasiswa.
(mhd)