Bentrok dengan mahasiswa, 5 polisi patah tulang
Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:19 WIB
Bentrok dengan mahasiswa, 5 polisi patah tulang
A
A
A
Sindonews.com - Aksi demontrasi mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), Kota Tangerang Selatan, berlangsung ricuh. Demonstran dan polisi terlibat baku hantam. Sedikitnya tiga mahasiswa dan lima polisi mengalami luka hingga harus dilarikan ke Puskesmas Pamulang dan rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait aksi bentrok yang terjadi antara anggotanya dengan mahasiswa di depan kampus Unpam.
"Kita sudah menerima laporannya (bentrokan). Kita akan usut," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Ditambahkan dia, lima anggota polisi yang menderita luka sudah diketahui identitasnya. Terdiri dari Aipda Samsudin (anggota Brimob) menderita luka kepala sebelah kiri, dan Briptu Dedi (anggota Brimob) menderita luka pada mata sebelah kiri.
Sedang tiga orang lainnya adalah Aipda Supeno (anggota Sektor Pamulang) menderita luka pada kaki kanan atau tulang kering kena pukulan benda keras, Briptu Sulistiyo wiyono (anggota Brimob) menderita luka pada dagu dan Brigadir Suyana (anggota Brimob) menderita luka pada jari kelingking kanan patah.
Sementara dari pihak mahasiswa, satu orang yang mengalami luka cukup parah adalah Jundi Fajrin, mahasiswa Fakultas Tekhnik Elektro semester 3 UNPAM. Jundi menderita luka cukup parah hingga harus dirujuk ke RSUD Tangsel.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok antara mahasiswa dan polisi dipicu oleh aksi penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Irjen Nanan Sukarna. Saat mahasiswa melakukan penghadangan, sejumlah polisi langsung membuat blokade.
Aksi polisi yang tiba-tiba kontan mengejutkan mahasiswa hingga terjadi bentrok dan saling pukul antar dua kelompok. Seorang mahasiswa mengalami luka pendarahan pada hidungnya, karena diduga mendapat bogem mentah aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.
Kedatangan Nanan ke Unpam, untuk menjadi pembicara dalam seminar "Peran Serta Polri dan Tantangan Masa Depan" yang digelar mahasiswa dan juga pihak rektorat. Dijadikan pembicara utama dalam seminar itu, Nanan bersedia datang. Namun, kedatangan Nanan ditanggapi lain oleh mahasiswa yang melakukan penolakan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait aksi bentrok yang terjadi antara anggotanya dengan mahasiswa di depan kampus Unpam.
"Kita sudah menerima laporannya (bentrokan). Kita akan usut," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Ditambahkan dia, lima anggota polisi yang menderita luka sudah diketahui identitasnya. Terdiri dari Aipda Samsudin (anggota Brimob) menderita luka kepala sebelah kiri, dan Briptu Dedi (anggota Brimob) menderita luka pada mata sebelah kiri.
Sedang tiga orang lainnya adalah Aipda Supeno (anggota Sektor Pamulang) menderita luka pada kaki kanan atau tulang kering kena pukulan benda keras, Briptu Sulistiyo wiyono (anggota Brimob) menderita luka pada dagu dan Brigadir Suyana (anggota Brimob) menderita luka pada jari kelingking kanan patah.
Sementara dari pihak mahasiswa, satu orang yang mengalami luka cukup parah adalah Jundi Fajrin, mahasiswa Fakultas Tekhnik Elektro semester 3 UNPAM. Jundi menderita luka cukup parah hingga harus dirujuk ke RSUD Tangsel.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok antara mahasiswa dan polisi dipicu oleh aksi penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Irjen Nanan Sukarna. Saat mahasiswa melakukan penghadangan, sejumlah polisi langsung membuat blokade.
Aksi polisi yang tiba-tiba kontan mengejutkan mahasiswa hingga terjadi bentrok dan saling pukul antar dua kelompok. Seorang mahasiswa mengalami luka pendarahan pada hidungnya, karena diduga mendapat bogem mentah aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.
Kedatangan Nanan ke Unpam, untuk menjadi pembicara dalam seminar "Peran Serta Polri dan Tantangan Masa Depan" yang digelar mahasiswa dan juga pihak rektorat. Dijadikan pembicara utama dalam seminar itu, Nanan bersedia datang. Namun, kedatangan Nanan ditanggapi lain oleh mahasiswa yang melakukan penolakan.
(san)