Aksi oknum TNI AU di Riau harus diusut

Rabu, 17 Oktober 2012 - 10:26 WIB
Aksi oknum TNI AU di...
Aksi oknum TNI AU di Riau harus diusut
A A A
Sindonews.com - Tindakan brutal oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) yang menganiaya sejumlah wartawan saat meliput kecelakaan pesawat temput jenis Hawk 200 milik TNI AU di Kabupaten Kampau, Riau terus mendapat sorotan. Wartawan di Solo, Jawa Tengah (Jateng) yang tergabung dalam Forum Wartawan Solo (Forwaso) menggelar aksi solidaritas.

Bertempat di Bundaran Gladag, Rabu (17/10/2012) Forwaso mengecam tindakan semena-mena yang dilakukan sejumlah oknum TNI yang memukul dan merampas kamera milik wartawan. Forwaso menuntut oknum TNI AU yang menganiaya di proses secara hukum dan dikenai sanksi berat.

Membawa sejumlah poster-poster kecaman, Forwaso menunjukkan protesnya atas apa yang baru saja dialami sejumlah wartawan di Riau saat meliput jatuhnya sebuah pesawat militer TNI AU. Mereka mengecam tindakan semena-mena terutama yang dilakuan seorang perwira TNI AU bernama Letkol Robert Simanjuntak yang terlihat sangat jelas menganiaya seorang wartawan saat melakukan peliputan.

mereka juga mengecam sejumlah oknum tni au lainnya yang juga melakukan tindakan sama kepada sejumlah wartawan lain. Forwaso menilai aksi penganiayaan tersebut menunjukkan oknum TNI AU telah melanggara kebebasan pers. Tindakan menghalang-halangi dengan alasan apapun tidak dibenarkan, apalagi diikuti dengan aksi penganiayaan yang menunjukkan arogansi oknum aparat.

Sebagai bentuk kecaman dan keprihatinan atas apa yang dialami rekan-rekan sesama wartawan di Riau, mereka mengumpulkan peralatan liputan di aspal jalan. Forwaso juga membawa foto-foto tindakan oknum TNI AU yang menjadi pemicu aksi protes.

Aksi keprihatinan wartawan Solo tersebut diakhiri dengan pembacaan tuntutan di antaranya berbunyi menuntut pengusutan kasus kekerasan terhasap jurnalis di Kampar Riau, menuntut peradilan setiap pelaku kekerasan terhadap wartawan agar menimbulkan efek jera di kemudian hari, mengutuk keras semua aksi premanisme dan represivitas terhadap para awak media dan menyerukan kepada seluruh insan pers untuk terus bersikap kritis dalam melawan setiap upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.
(azh)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
23 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
30 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
47 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved