Kesurupan, puluhan siswa mengaum
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:10 WIB
Kesurupan, puluhan siswa mengaum
A
A
A
Sindonews.com - Kesurupan massal kembali terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini menimpa belasan pelajar di SMK Gema 45, Jalan Mayjen Sungkono. Kejadian kesurupan ini merupakan yang kedua kalinya.
Menurut Zainul Arifin, salah satu guru di SMK 45 menuturkan, belasan siswa itu di dominasi siswi perempuan. Kesurupan ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB, ketika Siti, siswi kelas III di sekolah tersebut tiba-tiba mengerang dan mengaum seperti singa.
Rupanya, kesurupan itu menjalar ke sejumlah siswi lainnya hingga akhirnya belasan siswa ini dievakuasi ke kantor sekolah.
"Kejadiannya saat pelajaran IPS. Salah satu siswi di kelas saya tiba-tiba gemeteran dan mengaum seperti singa," kata Zainul, di Surabaya, Selasa(16/10/2012).
Kontan saja, kesurupan ini membuat sejumlah siswa lainnya panik. Hingga akhirnya, pihak sekolah memulangkan siswa lainnya lebih awal. Padahal, pada hari biasa, kegiatan sekolah baru akan berakhir sekira pukul 13.00 WIB.
Menurutnya, kesurupan kali ini memang lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. Pasalnya, dalam memberikan penyembuhan kepada korban kesurupan cukup susah.
"Ada yang sudah disembuhkan tapi kambuh lagi," ungkapnya.
Hingga saat ini, sejumlah siswa masih berada di kantor sekolah. Sejumlah wartawan kesulitan mengambil gambar dalam ruangan tersebut karena dilarang oleh pihak keamanan sekolah.
Menurut Zainul Arifin, salah satu guru di SMK 45 menuturkan, belasan siswa itu di dominasi siswi perempuan. Kesurupan ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB, ketika Siti, siswi kelas III di sekolah tersebut tiba-tiba mengerang dan mengaum seperti singa.
Rupanya, kesurupan itu menjalar ke sejumlah siswi lainnya hingga akhirnya belasan siswa ini dievakuasi ke kantor sekolah.
"Kejadiannya saat pelajaran IPS. Salah satu siswi di kelas saya tiba-tiba gemeteran dan mengaum seperti singa," kata Zainul, di Surabaya, Selasa(16/10/2012).
Kontan saja, kesurupan ini membuat sejumlah siswa lainnya panik. Hingga akhirnya, pihak sekolah memulangkan siswa lainnya lebih awal. Padahal, pada hari biasa, kegiatan sekolah baru akan berakhir sekira pukul 13.00 WIB.
Menurutnya, kesurupan kali ini memang lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. Pasalnya, dalam memberikan penyembuhan kepada korban kesurupan cukup susah.
"Ada yang sudah disembuhkan tapi kambuh lagi," ungkapnya.
Hingga saat ini, sejumlah siswa masih berada di kantor sekolah. Sejumlah wartawan kesulitan mengambil gambar dalam ruangan tersebut karena dilarang oleh pihak keamanan sekolah.
(maf)