Wartawan Bogor unjuk rasa di Graha Pena

Rabu, 10 Oktober 2012 - 12:39 WIB
Wartawan Bogor unjuk...
Wartawan Bogor unjuk rasa di Graha Pena
A A A
Sindonews.com - Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang biasa bertugas di Bogor berunjuk rasa di Kantor Radar Bogor, Graha Pena, Jalan KHR Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor.

Dalam aksinya, puluhan wartawan yang berkumpul sejak pagi menggelar orasi membawa poster berisikan kecaman terhadap aksi pengeroyokann yang menimpa Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Radar Bogor Faturohman S Kanday, oleh organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila 8 Oktober 2012 lalu.

"Kami sangat mengutuk keras tindak kekerasan atau aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi hanya gara-gara pemberitaan," ujar Ketua Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) Endang Gunawan, Rabu (10/10/2012).

Hal senada juga diungkapkan Azwar, wartawan Radio Republik Indonesia (RRI). Menurutnya, jika memang ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan di suatu media, sebaiknya tempuh prosedur yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang pers.

"Bukan dengan cara mendemo kantor redaksi, terus mengancam dan mengeroyok. Tentu itu suatu pelanggaran hukum dan harus ditindak tegas," katanya.

Sementara itu, Chief Executif Officer (CEO) Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu mengaku pihaknya akan terus menempuh jalur hukum terkait kasus kekerasan yang menimpa awak medianya.

"Kita tak akan gentar dan takut dengan segala bentuk ancaman atau intimidasi apapun. Ini era kebebasan pers bukan era Orde Baru. Jika keberatan dengan pemberitaan kami tempuh jalur hak jawab dan adukan ke Dewan Pers. Bukan mengintimidasi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Radar Bogor. Unjuk rasa ini dipicu pemuatan tulisan yang mengulas tentang pembantaian anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh anggota PP.

Dalam aksi tersebut Wapemred Radar Bogor Faturohman S Kanday dikeroyok anggota ormas tersebut.
(rsa)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
5 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
8 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
8 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
9 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
9 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved