Anggaran pasar darurat Talun dipangkas
Senin, 08 Oktober 2012 - 18:22 WIB
Anggaran pasar darurat Talun dipangkas
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipastikan menganggarkan Rp1,7 miliar untuk pembangunan pasar darurat di lokasi bekas Pasar Talun yang terbakar.Jumlah total anggaran tersebut menyusut dari rencana anggaran awal yakni mencapai Rp2,3 miliar.
Sekretaris DPUESDM Kabupaten Magelang Sutarno mengatakan, penyusutan anggaran pembangunan pasar darurat tersebut akibat adanya perubahan penggunaan kontruksi bangunan. Kerangka baja yang direncanakan diubah menggunakan kayu Kalimantan.
"Pasar darurat ini bersifat sementara, jadi bahan yang kami gunakan juga dipilih untuk jangka waktu tertentu yang sudah kami prediksi kekuatannya. Kalau baja kan sifatnya permanen, akhirnya kami ganti dengan kayu," katanya, Magelang Jateng, Senin (8/10/2012).
Kendati demikian, Sutarno menambahkan, konstruksi kayu tersebut sanggup bertahan hingga lima tahun. Konstruksi kayu tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan deretan los dan kios dalam bentuk bentangan berukuran 4x18 meter.
Sementara untuk penyekat antar kios, dia mengatakan, bakal menggunakan tripleks setebal sembilan milimeter.
"Untuk batas antar kios maupun penempatan pedagang, tetap mengacu pada posisi seperti di pasar sebelumnya. Kami akan berkoordinasi bersama Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) serta para pedagang," tambahnya.
Dalam proses pembangunannya, Sutarno mengaku, menggandeng lima rekanan. Pekerjaan utama, selain membangun los dan kios, pihaknya juga menormalisasi sistem drainase, perbaikan toilet, pengecatan tampak depan, serta perbaikan lantai.
Sedangkan pengerjaan kios akan mengacu pada prototipe yang sudah disusun dengan ukuran 4x3 meter. Pihaknya mengaku optimis bisa menyelesaikan pembangunan pasar darurat tersebut dalam waktu 45 hari.
"Kalau saya menghitung, pembangunan pasar darurat di Bandongan sekitar dua minggu, di Talun ini mungkin enam minggu sudah selesai. Saya pribadi mengharapkan itu selesai sebelum 15 November (2012 nanti). Kami berusaha terbuka dan proporsional dalam pembangunan pasar darurat ini," terang Sutarno.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Magelang Ahmad Zidni berharap, pembangunan pasar darurat Talun dijalankan secara maksimal dan bisa diselesaikan sesuai target.
Dirinya meminta, semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut lebih mengedepankan kepentingan para pedagang yang mengalami kerugian akibat terbakarnya pasar tersebut.
"Kami mendukung dan mendorong Pemerintah Kabupaten Magelang untuk segera mewujudkan pasar darurat tersebut. Bagi pemborong jangan semata-mata mencari keuntungan tapi lebih berprioritas untuk pelayanan pada pedagang," tandasnya.
Sekretaris DPUESDM Kabupaten Magelang Sutarno mengatakan, penyusutan anggaran pembangunan pasar darurat tersebut akibat adanya perubahan penggunaan kontruksi bangunan. Kerangka baja yang direncanakan diubah menggunakan kayu Kalimantan.
"Pasar darurat ini bersifat sementara, jadi bahan yang kami gunakan juga dipilih untuk jangka waktu tertentu yang sudah kami prediksi kekuatannya. Kalau baja kan sifatnya permanen, akhirnya kami ganti dengan kayu," katanya, Magelang Jateng, Senin (8/10/2012).
Kendati demikian, Sutarno menambahkan, konstruksi kayu tersebut sanggup bertahan hingga lima tahun. Konstruksi kayu tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan deretan los dan kios dalam bentuk bentangan berukuran 4x18 meter.
Sementara untuk penyekat antar kios, dia mengatakan, bakal menggunakan tripleks setebal sembilan milimeter.
"Untuk batas antar kios maupun penempatan pedagang, tetap mengacu pada posisi seperti di pasar sebelumnya. Kami akan berkoordinasi bersama Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) serta para pedagang," tambahnya.
Dalam proses pembangunannya, Sutarno mengaku, menggandeng lima rekanan. Pekerjaan utama, selain membangun los dan kios, pihaknya juga menormalisasi sistem drainase, perbaikan toilet, pengecatan tampak depan, serta perbaikan lantai.
Sedangkan pengerjaan kios akan mengacu pada prototipe yang sudah disusun dengan ukuran 4x3 meter. Pihaknya mengaku optimis bisa menyelesaikan pembangunan pasar darurat tersebut dalam waktu 45 hari.
"Kalau saya menghitung, pembangunan pasar darurat di Bandongan sekitar dua minggu, di Talun ini mungkin enam minggu sudah selesai. Saya pribadi mengharapkan itu selesai sebelum 15 November (2012 nanti). Kami berusaha terbuka dan proporsional dalam pembangunan pasar darurat ini," terang Sutarno.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Magelang Ahmad Zidni berharap, pembangunan pasar darurat Talun dijalankan secara maksimal dan bisa diselesaikan sesuai target.
Dirinya meminta, semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut lebih mengedepankan kepentingan para pedagang yang mengalami kerugian akibat terbakarnya pasar tersebut.
"Kami mendukung dan mendorong Pemerintah Kabupaten Magelang untuk segera mewujudkan pasar darurat tersebut. Bagi pemborong jangan semata-mata mencari keuntungan tapi lebih berprioritas untuk pelayanan pada pedagang," tandasnya.
(mhd)