Buang limbah, nelayan demo PT CJI

Senin, 01 Oktober 2012 - 12:40 WIB
Buang limbah, nelayan...
Buang limbah, nelayan demo PT CJI
A A A
Sindonews.com - Ratusan petani tambak dan nelayan dari sembilan desa kembali berunjukrasa di PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) di Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Massa menuntut pabrik yang memproduksi penyedap rasa itu tidak membuang limbah cair ke Sungai Rejoso.

Larangan ini menyusul tudingan warga terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang merusak produktifitas tambak dan air laut. Para petambak dan nelayan juga mengancam akan menutup paksa saluran pembuangan limbah jika dalam tempo 10 hari, tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi.

"Dampak pencemaran lingkungan sangat terasa bagi masyarakat petani tambak dan nelayan. Selama 22 tahun, kami telah dicemari limbah yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan," kata Ismail Maki, seorang korlap aksi menjelaskan, Senin (1/10/2012).

Tuntutan para pengunjuk rasa ini berbeda dengan aksi sebelumnya yang diantaranya meminta pabrik PMA asal Korea membayar ganti rugi dan kompensasi Rp500 juta kepada petani tambak. Warga kini hanya meminta agar PT CJI tidak membuang limbah ke Sungai Rejoso yang menjadi sumber penghidupan petambak dan nelayan.

"Sumur-sumur milik warga disekitar pabrik sudah tidak bisa dipergunakan lagi untuk kebutuhan air bersih. Sumur-sumur ini sudah tercemar limbah pabrik PT CJI," tandasnya.

Pembuangan limbah cair PT CJI ini, lanjut Maki, diduga juga menyalahi prosedur. Sebab ia menemukan adanya saluran pembuangan limbah yang berada didalam permukaan sungai. Saluran limbah ini diketahui sering membuang limbah beracun yang berwarna hitam pekat.

General Afairs & Environment PT CJI, Kulup Widyono, mengatakan bahwa selama ini pihaknya sangat taat hukum dan mematuhi aturan dalam prosedur pembuangan limbah cair. Sebelum limbah cair dibuang disungai, PT CJI telah melakukan pengolahan sesuai standar baku mutu limbah cair.

"Undang-undang mengatur tentang tata cara pembuangan limbah sesuai baku mutu yang ditetapkan. Kami tidak pernah menyalahi aturan hukum tersebut. Bahkan beberapa hari lalu, kami juga mendapatkan penghargaan sertifikat biru (taat lingkungan)," kata Kulup Widyono.

Pihaknya tidak mungkin memenuhi tuntutan petambak dan nelayan untuk menutup saluran pembuangan limbah ke sungai. Bahkan pihaknya juga tidak akan menutup pabrik yang berdiri sejak 22 tahun lalu. Karena ini akan berdampak langsung terhadap ribuan tenaga kerja serta masyarakat sekitar yang mendapat manfaat langsung dari keberadaan PT CJI.
(azh)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
6 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
8 jam yang lalu
Infografis
Demo Bela Palestina,...
Demo Bela Palestina, Aktivis Iklim Swedia Ditangkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved