44 hari di Arab Saudi, jenazah Hajrah dipulangkan
Jum'at, 28 September 2012 - 15:19 WIB
44 hari di Arab Saudi, jenazah Hajrah dipulangkan
A
A
A
Sindonews.com – Setelah tertahan selama kurang lebih 44 hari di Riyadh, Arab Saudi, jenazah Hajrah Binti Muhammadin Marawang, salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) akhirnya diterbangkan ke Indonesia.
Jadwalnya, jenazah TKI asal Polman, yang meninggal di Riyadh, Arab Saudi itu akan tiba hari ini (28/9/2012) di Bandara Soekarno Hatta.
Kabar mengenai waktu pemulangan jenazah Hajrah yang sebelumnya diperkirakan akan mencapai hingga enam bulan membuat pihak keluarga di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polman kebingungan. Informasi proses pemulangan jenazah Hajrah tersebut diperoleh dari anaknya, Amiruddin melalui pesan singkat.
Dalam pesannya, jenazah atas nama Hajrah dengan nomor AWB:176 2478 2100 akan tiba di Jakarta, Indonesia dengan pesawat EK356 28 September 2012. Pihak keluarga akan menjemput jenazah Ibunya di Makassar. Kemudian dibawa ke Polman, untuk dimakamkan.
“Iya, kita sudah siap-siap mau berangkat ke Makassar untuk menjemput jenazah Ibu,” ujar Amiruddin menjelaskan.
Dia mengatakan, informasi tersebut ia peroleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi dan Departemen Luar Negeri.
Sementara itu, Suseno, salah satu staf Departemen Luar Negeri yang dikonfirmasi terkait kabar tersebut membenarkan bahwa jenazah Hajrah sudah diterbangkan ke Indonesia.
“Dijadwal, jenazah Hajrah akan tiba sore nanti. Transit di Jakarta, kemudian akan diterbangkan ke Makassar. Karena kampungnya di Sulbar,” ujar Suseno.
Mengenai pesawat apa, Suseno belum mengetahui. Sebab, yang mengurus hal itu adalah dari pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Alfindo Mas Buana.
Hajrah Binti Muhammading Marawang, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi tersebut, meninggal karena sakit. Sakit yang dialaminya adalah menurunnya tekanan darah secara drastis yang mengakibatkan terhentinya fungsi jantung yang memicu pembengkakan di otak.
Jadwalnya, jenazah TKI asal Polman, yang meninggal di Riyadh, Arab Saudi itu akan tiba hari ini (28/9/2012) di Bandara Soekarno Hatta.
Kabar mengenai waktu pemulangan jenazah Hajrah yang sebelumnya diperkirakan akan mencapai hingga enam bulan membuat pihak keluarga di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polman kebingungan. Informasi proses pemulangan jenazah Hajrah tersebut diperoleh dari anaknya, Amiruddin melalui pesan singkat.
Dalam pesannya, jenazah atas nama Hajrah dengan nomor AWB:176 2478 2100 akan tiba di Jakarta, Indonesia dengan pesawat EK356 28 September 2012. Pihak keluarga akan menjemput jenazah Ibunya di Makassar. Kemudian dibawa ke Polman, untuk dimakamkan.
“Iya, kita sudah siap-siap mau berangkat ke Makassar untuk menjemput jenazah Ibu,” ujar Amiruddin menjelaskan.
Dia mengatakan, informasi tersebut ia peroleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi dan Departemen Luar Negeri.
Sementara itu, Suseno, salah satu staf Departemen Luar Negeri yang dikonfirmasi terkait kabar tersebut membenarkan bahwa jenazah Hajrah sudah diterbangkan ke Indonesia.
“Dijadwal, jenazah Hajrah akan tiba sore nanti. Transit di Jakarta, kemudian akan diterbangkan ke Makassar. Karena kampungnya di Sulbar,” ujar Suseno.
Mengenai pesawat apa, Suseno belum mengetahui. Sebab, yang mengurus hal itu adalah dari pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Alfindo Mas Buana.
Hajrah Binti Muhammading Marawang, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi tersebut, meninggal karena sakit. Sakit yang dialaminya adalah menurunnya tekanan darah secara drastis yang mengakibatkan terhentinya fungsi jantung yang memicu pembengkakan di otak.
(azh)