PDIP Jabar akan adopsi kampanye Jokowi
Minggu, 23 September 2012 - 14:10 WIB
PDIP Jabar akan adopsi kampanye Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di Pilgub DKI Jakarta menjadi inspirasi bagi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat (Jabar) dalam memenangkan Pilkada Jabar.
Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Abdi Yuhana menyebut, kemenangan itu menjadi spirit dan inspirasi bagi PDI Perjuangan Jabar yang menghadapi Pilkada Jabar 2013.
"Tentu kemenangan Pak Jokowi dan Ahok di Pilkada Jabar sebagai spirit dan inspirasi bagi kita kader dan pengurus di DPD PDIP Jabar," kata Abdi, Minggu (23/9/2012).
Lanjut dia, kemenangan Jokowi-Ahok atas Foke-Nara juga menjadi catatan penting bagi PDI Perjuangan Jabar dalam menentukan langkah-langkah di Pilkada Jabar.
Menurutnya, pelajaran berharga dari Pilgub DKI bahwa kunci kemenangan ada di rakyat. Partai jangan menjauh dari rakyat, justru partai harus merangkul rakyat.
"Prinsipnya kita harus mendekatkan diri terus ke rakyat. Ketika berbicara strategi itu adalah kembali lagi ke rakyat," terangnya.
Mengenai calon gubernur/wakil gubernur yang akan diusung PDI Perjuangan di Pilgub Jabar, menurutnya sampai saat ini masih dibahas di DPP PDI Perjuangan.
Sedangkan kemungkinan koalisi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta akan dilanjutkan di Pilkada Jabar, kata Abdi, keputusan itu berada di pusat.
"Soal koalisi dan calon kita serahkan ke Ketua Umum," tandasnya.
Dia menambahkan, pengusungan calon gubernur/wakil gubernur di Pilkada Jabar bisa dilakukan dengan dua skenario. Pertama PDI Perjuangan maju sendiri tanpa berkoalisi. Ini bisa saja terjadi karena jumlah kursi yang dimiliki PDI Perjuangan di DPRD Jabar PDI Perjuangan sebanyak 17 kursi, yang memungkinkan PDI Perjuangan Jabar bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi.
Kemudian, lanjutnya, bisa dengan cara koalisi dengan partai lain. "Tetapi kembali lagi bahwa keputusan akhir ada di DPP (pusat)," terangnya.
Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Abdi Yuhana menyebut, kemenangan itu menjadi spirit dan inspirasi bagi PDI Perjuangan Jabar yang menghadapi Pilkada Jabar 2013.
"Tentu kemenangan Pak Jokowi dan Ahok di Pilkada Jabar sebagai spirit dan inspirasi bagi kita kader dan pengurus di DPD PDIP Jabar," kata Abdi, Minggu (23/9/2012).
Lanjut dia, kemenangan Jokowi-Ahok atas Foke-Nara juga menjadi catatan penting bagi PDI Perjuangan Jabar dalam menentukan langkah-langkah di Pilkada Jabar.
Menurutnya, pelajaran berharga dari Pilgub DKI bahwa kunci kemenangan ada di rakyat. Partai jangan menjauh dari rakyat, justru partai harus merangkul rakyat.
"Prinsipnya kita harus mendekatkan diri terus ke rakyat. Ketika berbicara strategi itu adalah kembali lagi ke rakyat," terangnya.
Mengenai calon gubernur/wakil gubernur yang akan diusung PDI Perjuangan di Pilgub Jabar, menurutnya sampai saat ini masih dibahas di DPP PDI Perjuangan.
Sedangkan kemungkinan koalisi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta akan dilanjutkan di Pilkada Jabar, kata Abdi, keputusan itu berada di pusat.
"Soal koalisi dan calon kita serahkan ke Ketua Umum," tandasnya.
Dia menambahkan, pengusungan calon gubernur/wakil gubernur di Pilkada Jabar bisa dilakukan dengan dua skenario. Pertama PDI Perjuangan maju sendiri tanpa berkoalisi. Ini bisa saja terjadi karena jumlah kursi yang dimiliki PDI Perjuangan di DPRD Jabar PDI Perjuangan sebanyak 17 kursi, yang memungkinkan PDI Perjuangan Jabar bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi.
Kemudian, lanjutnya, bisa dengan cara koalisi dengan partai lain. "Tetapi kembali lagi bahwa keputusan akhir ada di DPP (pusat)," terangnya.
(ysw)