Verifikasi data, KPU akan rekrut mahasiswa
Minggu, 23 September 2012 - 11:02 WIB
Verifikasi data, KPU akan rekrut mahasiswa
A
A
A
Sindonews.com - Minimnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) membuat proses verifikasi data kemungkinan akan mengalami kesulitan. Untuk mengatasi masalah tersebut rencananya KPU Jabar akan merekrut tenaga freelance dari kalangan mahasiswa.
Dalam Pilkada Jabar 2013 nanti, KPU Jabar diprediksi akan kesulitan memproses data untuk pasangan calon independen yang jumlahnya mencapai ratusan ribu lembar.
"Nantinya mungkin kita akan rekrut tenaga mahasiswa untuk pegawai tambahan," Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman, Minggu (23/9/2012). Untuk itu, KPU Jabar setidaknya memerlukan tenaga tambahan 100 orang.
Sementara Sekertaris Pokja Pencalonan KPU Jabar Teppy W Dharmawan menambahkan, berkas dukungan yang harus dikumpulkan pasangan dari jalur independen atau non partai politik, jumlahnya memang akan sangat besar.
Kata Teppy, syarat bagi pasangan independen harus memiliki dukungan 3 persen dari total penduduk Jabar. Jika asumsi penduduk Jabar sebanyak 50 juta, maka dibutuhkan 1,5 juta dukungan bagi sepasang calon independen.
Sebagai gambaran untuk mengumpulkan tanda tangan atau cap jempol dukungan setidaknya diperlukan 75 ribu lembar kertas. Dengan catatan, masing-masing lembar dukungan berisi 20 nama pendukung, dikali 75 ribu lembar maka total dukungan mencapai 1,5 juta.
Sebanyak 75 ribu lembar berkas dukungan itu juga harus rangkap dua. Belum lagi, harus ada lampiran berupa foto copy KTP, kartu keluarga, surat pernyataan dukungan dari masing-masing pendukung.
Berkas tersebut untuk sepasang calon independen saja. Jika jalur ini diminati lebih dari satu calon, tentu berkas yang masuk akan lebih banyak lagi. KPU sendiri setidaknya mengalokasikan empat pasang calon independen pada Pilkada 2013 ini.
Nantinya, berkas tersebut akan melewati proses verifikasi administrasi di KPU Jabar. Setelah itu didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kota dan kabupaten diverifikasi faktual.
"Untuk itu kami akan gunakan tenaga bantuan mahasiswa untuk menghitung," katanya.
Mahasiswa yang akan direkrut diberi tugas paling mudah, yakni menghitung berkas. Saat ini pihaknya tengah mengukur kapasitas seorang mahasiswa dalam menghitung berkas selama delapan jam kerja dalam satu hari.
"Jadi berapa lembar dalam satu hari yang bisa dihitung mahasiswa. Kita akan tarik pada saatnya nanti," katanya.
KPU Jabar membuka penerimaan berkas dukungan sekaligus pendaftaran bagi pasangan independen mulai 1-5 Oktober 2012. Calon yang lolos dari jalur non parpol ini akan diumumkan sebelum verifikasi parpol pada 4 November 2012.
Dalam Pilkada Jabar 2013 nanti, KPU Jabar diprediksi akan kesulitan memproses data untuk pasangan calon independen yang jumlahnya mencapai ratusan ribu lembar.
"Nantinya mungkin kita akan rekrut tenaga mahasiswa untuk pegawai tambahan," Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman, Minggu (23/9/2012). Untuk itu, KPU Jabar setidaknya memerlukan tenaga tambahan 100 orang.
Sementara Sekertaris Pokja Pencalonan KPU Jabar Teppy W Dharmawan menambahkan, berkas dukungan yang harus dikumpulkan pasangan dari jalur independen atau non partai politik, jumlahnya memang akan sangat besar.
Kata Teppy, syarat bagi pasangan independen harus memiliki dukungan 3 persen dari total penduduk Jabar. Jika asumsi penduduk Jabar sebanyak 50 juta, maka dibutuhkan 1,5 juta dukungan bagi sepasang calon independen.
Sebagai gambaran untuk mengumpulkan tanda tangan atau cap jempol dukungan setidaknya diperlukan 75 ribu lembar kertas. Dengan catatan, masing-masing lembar dukungan berisi 20 nama pendukung, dikali 75 ribu lembar maka total dukungan mencapai 1,5 juta.
Sebanyak 75 ribu lembar berkas dukungan itu juga harus rangkap dua. Belum lagi, harus ada lampiran berupa foto copy KTP, kartu keluarga, surat pernyataan dukungan dari masing-masing pendukung.
Berkas tersebut untuk sepasang calon independen saja. Jika jalur ini diminati lebih dari satu calon, tentu berkas yang masuk akan lebih banyak lagi. KPU sendiri setidaknya mengalokasikan empat pasang calon independen pada Pilkada 2013 ini.
Nantinya, berkas tersebut akan melewati proses verifikasi administrasi di KPU Jabar. Setelah itu didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kota dan kabupaten diverifikasi faktual.
"Untuk itu kami akan gunakan tenaga bantuan mahasiswa untuk menghitung," katanya.
Mahasiswa yang akan direkrut diberi tugas paling mudah, yakni menghitung berkas. Saat ini pihaknya tengah mengukur kapasitas seorang mahasiswa dalam menghitung berkas selama delapan jam kerja dalam satu hari.
"Jadi berapa lembar dalam satu hari yang bisa dihitung mahasiswa. Kita akan tarik pada saatnya nanti," katanya.
KPU Jabar membuka penerimaan berkas dukungan sekaligus pendaftaran bagi pasangan independen mulai 1-5 Oktober 2012. Calon yang lolos dari jalur non parpol ini akan diumumkan sebelum verifikasi parpol pada 4 November 2012.
(ysw)