Gerakan magma di Gunung Lokon dideteksi
Jum'at, 21 September 2012 - 17:46 WIB
Gerakan magma di Gunung Lokon dideteksi
A
A
A
Sindonews.com - Setelah melihat aktivitas Gunung Lokon yang terus meningkat, rencananya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan memasang alat pendeteksi pergerakan magma yang bisa memicu letusan.
Kabid Pengamatan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Hendrasto, mengatakan alat bernama Bore Hole Tilte Meter akan dipasang hari ini Jumat (21/9/2012).
Alat pengukur deformasi ini akan dipasang di Kawah Tampoluan, Gunung Lokon.
"Dengan alat itu deformasi jadi kelihatan. Hasil ukur alat ini bisa jadi pertimbangan sampai ke status Awas termasuk untuk menentukan perlu tidaknya pengungsian," kata pria yang akrab disebut Toto, di Kantor PVMBG, Badan Geologi, Bandung, Jumat (21/9/2012).
Bore Hole Tilte Meter akan ditanam di Kawah Tampoluan dalam radius 1,5 kilometer di kedalaman 5 meter supaya tidak terpengaruh udara luar.
Menurutnya, Bore Hole Tilte Meter akan memonitoring dapur magma Gunung Lokon. Terutama saat letusan, alat ini akan mencatat pembengkakan gunung.
Kemampuan alat pendeteksi gerakan magma ini jauh lebih cerdas dibandingkan pencatat gempa atau seismograf.
Selain itu, di Tongpaluan yang berjarak 300 meter dari kawah Gunung Lokon juga dipasang sensor suhu. Tujuannya akan mengukur suhu tanah jika terjadi aktivitas magmatik.
Toto menambahkan, saat ini sudah ada dua gunung api yang dipasangi Bore Hole Tilte Meter, yakni Gunung Semeru dan Gunung Bromo hasil kerja sama dengan Jepang.
"Bore hole baru dua gunung. Rencananya Inginnya mau dipasang juga di Ijen dan Tangkubanparahu," pungkasnya.
Kabid Pengamatan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Hendrasto, mengatakan alat bernama Bore Hole Tilte Meter akan dipasang hari ini Jumat (21/9/2012).
Alat pengukur deformasi ini akan dipasang di Kawah Tampoluan, Gunung Lokon.
"Dengan alat itu deformasi jadi kelihatan. Hasil ukur alat ini bisa jadi pertimbangan sampai ke status Awas termasuk untuk menentukan perlu tidaknya pengungsian," kata pria yang akrab disebut Toto, di Kantor PVMBG, Badan Geologi, Bandung, Jumat (21/9/2012).
Bore Hole Tilte Meter akan ditanam di Kawah Tampoluan dalam radius 1,5 kilometer di kedalaman 5 meter supaya tidak terpengaruh udara luar.
Menurutnya, Bore Hole Tilte Meter akan memonitoring dapur magma Gunung Lokon. Terutama saat letusan, alat ini akan mencatat pembengkakan gunung.
Kemampuan alat pendeteksi gerakan magma ini jauh lebih cerdas dibandingkan pencatat gempa atau seismograf.
Selain itu, di Tongpaluan yang berjarak 300 meter dari kawah Gunung Lokon juga dipasang sensor suhu. Tujuannya akan mengukur suhu tanah jika terjadi aktivitas magmatik.
Toto menambahkan, saat ini sudah ada dua gunung api yang dipasangi Bore Hole Tilte Meter, yakni Gunung Semeru dan Gunung Bromo hasil kerja sama dengan Jepang.
"Bore hole baru dua gunung. Rencananya Inginnya mau dipasang juga di Ijen dan Tangkubanparahu," pungkasnya.
(ysw)