Waspadai penculikan anak di RS
Senin, 17 September 2012 - 20:34 WIB
Waspadai penculikan anak di RS
A
A
A
Sindonews.com - Kasus penculikan bayi bernama Cello Aditia yang dilakukan oleh seorang wanita berpakaian perawat di RSIA Siti Zuhro, Tambun, Kabupaten Bekasi, menambah panjang kasus penculikan anak yang terjadi di rumah sakit.
Selama tahun 2011 saja kasus penculikan anak mencapai angka 121 kasus. Sebanyak 36 di antaranya terjadi di RS, poliklinik, serta puskesmas.
"Tahun 2012 sudah ada 86 kasus dimana 26 diantaranya terjadi di RS, poliklinik dan puskesmas," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait di Kantor Komnas PA Jalan TB Simatupang Pasarrebo Jakarta Timur, Senin (17/9/2012).
Menurut Arist para pelaku yang biasanya menyasar bayi baru lahir tersebut sudah memantau orangtuanya dan mencari kesempatan untuk menculiknya. "Biasanya anak yang baru lahir diincar untuk adopsi ilegal karena ada pesanan."
Untuk itu Arist meminta kepada setiap orangtua untuk lebih waspada akan tindakan para sindikat penculikan anak, yang dapat menyasar siapa saja.
"Kami meminta agar orangtua lebih berhati-hati terutama ditempat-tempat umum yang bisa disusupi oleh sindikat penculik dan penjualan bayi," ungkap Arist.
Selama tahun 2011 saja kasus penculikan anak mencapai angka 121 kasus. Sebanyak 36 di antaranya terjadi di RS, poliklinik, serta puskesmas.
"Tahun 2012 sudah ada 86 kasus dimana 26 diantaranya terjadi di RS, poliklinik dan puskesmas," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait di Kantor Komnas PA Jalan TB Simatupang Pasarrebo Jakarta Timur, Senin (17/9/2012).
Menurut Arist para pelaku yang biasanya menyasar bayi baru lahir tersebut sudah memantau orangtuanya dan mencari kesempatan untuk menculiknya. "Biasanya anak yang baru lahir diincar untuk adopsi ilegal karena ada pesanan."
Untuk itu Arist meminta kepada setiap orangtua untuk lebih waspada akan tindakan para sindikat penculikan anak, yang dapat menyasar siapa saja.
"Kami meminta agar orangtua lebih berhati-hati terutama ditempat-tempat umum yang bisa disusupi oleh sindikat penculik dan penjualan bayi," ungkap Arist.
(hyk)