Diduga jual barang kedaluwarsa, Carrefour didemo warga
Kamis, 06 September 2012 - 16:08 WIB
Diduga jual barang kedaluwarsa, Carrefour didemo warga
A
A
A
Sindondews.com - Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di toko retail Carrefour di Jalan Soekarno Hatta Kota Pasuruan. Mereka merasa ditipu karena sejumlah barang yang dijual tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa yang berpotensi meracuni kesehatan.
Mereka mengancam akan menutup paksa toko retail asal Prancis tersebut jika terbukti sengaja menjual makanan kedaluwarsa. Indikasi kesengajaan ini karena Carrefour sudah cukup lama menjual makanan tanpa label tersebut.
Akibat aksi warga ini, Carrefour terpaksa menutup tempat usahanya selama tiga jam. Toko yang biasanya buka pada pukul 08.00 WIB, hingga pukul 11.00 WIB masih ditutup dan dijaga polisi.
Menurut Korlap aksi warga, Ayik Suhaya mengungkapkan, tindakan Carrefour yang menjual makanan tanpa label tersebut diduga ada unsur kesengajaan. Karena hal ini sudah dilakukan cukup lama.
"Kami memiliki bukti barang-barang yang dijual tanpa label tersebut. Tindakan ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat Pasuruan," tandas Ayik Suhaya menjelaskan Kamis (6/9/2012).
Pihaknya mendesak agar Pemkot Pasuruan bersikap tegas terhadap toko retail tersebut. Bahkan jika nyata-nyata ada unsur kesengajaan, Pemkot Pasuruan sudah selayaknya menutup izin operasinya.
Asniar, penanggung jawab Carrefour Pasuruan menyatakan dampak aksi unjuk rasa tersebut pihaknya terpaksa menutup sementara toko retailnya. Ia menolak menanggapi tudingan pengunjuk rasa terkait penjualan makanan tanpa label tersebut.
Mereka mengancam akan menutup paksa toko retail asal Prancis tersebut jika terbukti sengaja menjual makanan kedaluwarsa. Indikasi kesengajaan ini karena Carrefour sudah cukup lama menjual makanan tanpa label tersebut.
Akibat aksi warga ini, Carrefour terpaksa menutup tempat usahanya selama tiga jam. Toko yang biasanya buka pada pukul 08.00 WIB, hingga pukul 11.00 WIB masih ditutup dan dijaga polisi.
Menurut Korlap aksi warga, Ayik Suhaya mengungkapkan, tindakan Carrefour yang menjual makanan tanpa label tersebut diduga ada unsur kesengajaan. Karena hal ini sudah dilakukan cukup lama.
"Kami memiliki bukti barang-barang yang dijual tanpa label tersebut. Tindakan ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat Pasuruan," tandas Ayik Suhaya menjelaskan Kamis (6/9/2012).
Pihaknya mendesak agar Pemkot Pasuruan bersikap tegas terhadap toko retail tersebut. Bahkan jika nyata-nyata ada unsur kesengajaan, Pemkot Pasuruan sudah selayaknya menutup izin operasinya.
Asniar, penanggung jawab Carrefour Pasuruan menyatakan dampak aksi unjuk rasa tersebut pihaknya terpaksa menutup sementara toko retailnya. Ia menolak menanggapi tudingan pengunjuk rasa terkait penjualan makanan tanpa label tersebut.
(azh)