TKI Asal Polman meninggal di Arab Saudi
Rabu, 05 September 2012 - 09:24 WIB
TKI Asal Polman meninggal di Arab Saudi
A
A
A
Sindonews.com - Hajrah binti Muhadin, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Polewali Mandar (Polman) dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. Kabar meninggalnya TKI yang berasal dari Desa Pake,Kecamatan Binuang, itu baru diketahui pihak keluarga di Polewali setelah 20 hari meninggal dunia.
Ibu dari dua anak ini meninggal karena menderita sakit tekanan darah tinggi dan menjalani perawatan selama kurang lebih 40 hari di salah satu Rumah Sakit (RS) di Arab Saudi. Di Polman, Amiruddin Muin, anak pertama Hajrah, mengakui ibunya telah meninggal. Kabar meninggalnya ibunya baru dia ketahui kemarin melalui telepon dari PT Alfindo Mas Buana, sponsor yang memberangkatkan Ibunya menjadi TKI di Arab Saudi.
Amiruddin langsung mendatangi kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Polman untuk menanyakan kebenaran kabar yang diterimanya.
“Ya, memang ibu saya meninggal di Arab Saudi dari surat faksimil KBRI yang saya terima, Ibu meninggal sejak 15 Agustus lalu,” ujar Amiruddin di Polewali Selasa 4 September 2012.
Dikatakan, dalam faksimili yang dia terima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), ibunya meninggal karena sakit tekanan darah tinggi yang mengakibatkan pembengkakan di otak.
Akhirnya, dia harus menjalani perawatan selama kurang lebih 40 hari di rumah sakit setempat. Selain datang ke kantor Dinsosnakertrans, Amiruddin yang ditemani Kepala Desa Pake, Abdullah Mahmud, juga mendatangi kantor Bupati. Kedatangannya untuk meminta bantuan kepada Pemkab dalam mempercepat pemulangan jenazah ibunya ke kampung halaman.Apalagi, ibunya meninggal sejak 20 hari lalu.
“Kami dari keluarga sangat berharap pemerintah bisa memenuhi keinginan ini,” ujarnya.
Diceritakan Amiruddin, sebelum meninggal, komunikasi antara dia dan ibunya sangat lancar. Terakhir dia berkomunikasi sebelum puasa. “Selama puasa sampai Lebaran, tidak pernah ada komunikasi karena ibu saya sedang sakit,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Polman,Ahmad Saifuddin, mengaku baru mengetahui adanya TKI asal Polman yang meninggal di Arab Saudi.
“Itu pun setelah kami terima surat faksimili adanya TKI dari warga Polman di Arab Saudi yang meninggal,” tutur Ahmad.
Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Sekda Polman HM Natsir dalam upaya mempercepat pemulangan jenazah warga Desa Pake tersebut.“Kita sudah laporkan ke Pak Sekda untuk mengurus pemulangan jenazah Hajrah. Ini juga sekaligus untuk mempertanyakan kenapa baru ada kabar setelah 20 hari lamanya meninggal,” kata Ahmad Saifuddin.
Ibu dari dua anak ini meninggal karena menderita sakit tekanan darah tinggi dan menjalani perawatan selama kurang lebih 40 hari di salah satu Rumah Sakit (RS) di Arab Saudi. Di Polman, Amiruddin Muin, anak pertama Hajrah, mengakui ibunya telah meninggal. Kabar meninggalnya ibunya baru dia ketahui kemarin melalui telepon dari PT Alfindo Mas Buana, sponsor yang memberangkatkan Ibunya menjadi TKI di Arab Saudi.
Amiruddin langsung mendatangi kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Polman untuk menanyakan kebenaran kabar yang diterimanya.
“Ya, memang ibu saya meninggal di Arab Saudi dari surat faksimil KBRI yang saya terima, Ibu meninggal sejak 15 Agustus lalu,” ujar Amiruddin di Polewali Selasa 4 September 2012.
Dikatakan, dalam faksimili yang dia terima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), ibunya meninggal karena sakit tekanan darah tinggi yang mengakibatkan pembengkakan di otak.
Akhirnya, dia harus menjalani perawatan selama kurang lebih 40 hari di rumah sakit setempat. Selain datang ke kantor Dinsosnakertrans, Amiruddin yang ditemani Kepala Desa Pake, Abdullah Mahmud, juga mendatangi kantor Bupati. Kedatangannya untuk meminta bantuan kepada Pemkab dalam mempercepat pemulangan jenazah ibunya ke kampung halaman.Apalagi, ibunya meninggal sejak 20 hari lalu.
“Kami dari keluarga sangat berharap pemerintah bisa memenuhi keinginan ini,” ujarnya.
Diceritakan Amiruddin, sebelum meninggal, komunikasi antara dia dan ibunya sangat lancar. Terakhir dia berkomunikasi sebelum puasa. “Selama puasa sampai Lebaran, tidak pernah ada komunikasi karena ibu saya sedang sakit,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Polman,Ahmad Saifuddin, mengaku baru mengetahui adanya TKI asal Polman yang meninggal di Arab Saudi.
“Itu pun setelah kami terima surat faksimili adanya TKI dari warga Polman di Arab Saudi yang meninggal,” tutur Ahmad.
Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Sekda Polman HM Natsir dalam upaya mempercepat pemulangan jenazah warga Desa Pake tersebut.“Kita sudah laporkan ke Pak Sekda untuk mengurus pemulangan jenazah Hajrah. Ini juga sekaligus untuk mempertanyakan kenapa baru ada kabar setelah 20 hari lamanya meninggal,” kata Ahmad Saifuddin.
(azh)