Sakit jiwa, pelaku belum ditangkap
Minggu, 26 Agustus 2012 - 12:56 WIB
Sakit jiwa, pelaku belum ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Hingga minggu siang, Nur Kinaniana (33), ibu pemotong tangan anaknya sendiri di Jombang, Jawa Timur (Jatim) masih terus mengurung diri di dalam rumahnya. Selain memeriksa saksi-saksi, polisi berencana akan memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim.
Sampai kini, polisi masih belum menangkap Nur Inaniana, ibu pemotong tangan Aisyah Febriana (7 bulan) yang tidak lain merupakan putrinya sendiri. Hingga minggu siang pelaku masih terus mengurung diri di dalam rumahnya.
Menurut keluarga pelaku, sejak kejadian, Sabtu 25 Agustus kemarin, Nur Inaniana terus tidur-tiduran di dalam kamar dan diberi obat penenang. Keluarga pelaku juga menuturkan pelaku selama ini memang mengidap gangguan jiwa dan sudah pernah di bawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya.
"Nur memang mengidap sakit jiwa. Sampai saat ini sakit jiwa Nur masih sering kambuh," ujar Budi, adik pelaku menjelaskan kepada wartawan, Minggu (26/8/2012).
Saat kjadian, di duga pelaku kesal anaknya terus menangis sejak Sabtu pagi. Nur Saadah, nenek korban memergoki pelaku memotong tangan cucunya dengan sebilah gunting hingga nyaris putus. melihat cucunya bersimbah darah, Nur Saadah langsung merebut cucunya dari tangan ibunya dan melarikannya ke RSUD Jombang.
Karena kondisinya cukup parah, pihak RSUD Jombang tak sanggup menangani korban dan langsung merujuknya ke RSUD dr Sutomo Surabaya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang menyatakan masih akan memeriksa saksi-saksi dan memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke RS Bhayangkara Kediri.
Saat ini, menurut Kanit PPA Polres Jombang Ipda Suparno, kondisi pelaku masih labil dan masih sering mengamuk sehingga belum memungkinkan untuk diamankan dan dibawa ke RS.
Sampai kini, polisi masih belum menangkap Nur Inaniana, ibu pemotong tangan Aisyah Febriana (7 bulan) yang tidak lain merupakan putrinya sendiri. Hingga minggu siang pelaku masih terus mengurung diri di dalam rumahnya.
Menurut keluarga pelaku, sejak kejadian, Sabtu 25 Agustus kemarin, Nur Inaniana terus tidur-tiduran di dalam kamar dan diberi obat penenang. Keluarga pelaku juga menuturkan pelaku selama ini memang mengidap gangguan jiwa dan sudah pernah di bawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya.
"Nur memang mengidap sakit jiwa. Sampai saat ini sakit jiwa Nur masih sering kambuh," ujar Budi, adik pelaku menjelaskan kepada wartawan, Minggu (26/8/2012).
Saat kjadian, di duga pelaku kesal anaknya terus menangis sejak Sabtu pagi. Nur Saadah, nenek korban memergoki pelaku memotong tangan cucunya dengan sebilah gunting hingga nyaris putus. melihat cucunya bersimbah darah, Nur Saadah langsung merebut cucunya dari tangan ibunya dan melarikannya ke RSUD Jombang.
Karena kondisinya cukup parah, pihak RSUD Jombang tak sanggup menangani korban dan langsung merujuknya ke RSUD dr Sutomo Surabaya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang menyatakan masih akan memeriksa saksi-saksi dan memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke RS Bhayangkara Kediri.
Saat ini, menurut Kanit PPA Polres Jombang Ipda Suparno, kondisi pelaku masih labil dan masih sering mengamuk sehingga belum memungkinkan untuk diamankan dan dibawa ke RS.
(azh)