Keributan di DPRD Bulukumba coreng citra lembaga
Selasa, 14 Agustus 2012 - 18:56 WIB
Keributan di DPRD Bulukumba coreng citra lembaga
A
A
A
Sindonews.com - Keributan yang terjadi saat rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba disesalkan berbagai pihak. Insiden tersebut dinilai mencoreng citra lembaga tersebut.
Mantan Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba Andi Syahrir Sahib menyesalkan insiden keributan yang terjadi di Gedung DPRD Bulukumba sebelum rapat paripurna penyerahan Silpa 2011 dimulai, Senin 13 Agustus 2012.
Menurut Syahrir, seharusnya para wakil rakyat tersebut memperlihatkan sikap wibawa di depan pejabat dengan memberikan pendapat khususnya dalam mempertahankan argumentasinya, bukan sebaliknya. Sebab, jika itu terjadi jelas akan mencoreng citra lembaga yang terhormat ini.
“Kami menyesalkan insiden keributan itu. Seharusnya anggota Dewan mampu menahan emosinya dalam berdiskusi. Jangan muda terprovokasi karena ini bisa membahayakan dan wibawa Dewan akan menurun di mata publik. Apalagi, dihadiri sejumlah pejabat tinggi,” ungkap dia, kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Selain itu, Andi Syahrir, yang juga Anggota Komisi A DPRD Bulukumba menilai kejadian yang melibatkan Ketua DPC PPP Askar dengan anggota Komisi B Andi Asman, mesti menjadi pelajaran bagi anggota Dewan lainya, agar ke depan lebih dewasa dalam berdemokrasi.
“Wajar saja kalau berbeda paham asalkan itu jangan mencederai lembaga,” tuturnya.
Dia menyarankan, sebaiknya jika ada masalah didiskusikan dengan baik dan mencari jalan keluar. Rapat paripurna yang dianggap menyalahi prosuder karena ada fraksi tidak dilibatkan, pimpinan harus segera menjelaskan, biar tidak salah persepsi.
“Kami berharap rapat paripurna berikutnya tidak terjadi lagi,” harap legislator asal Dapil Kecamatan Ujung Bulu-Ujung Loe ini.
Sementara Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky mengemukakan, pihaknya belum bisa menentukan kapan jadwal rapat paripurna ditetapkan kembali. Menurutnya, dirinya masih menunggu suasana Dewan kembali stabil pasca kejadian keributan sebelumnya.
“Kita lewatkan dulu bulan suci Ramadan baru dirapatkan kembali jadwalnya, sambil menunggu suasana Dewan normal setelah keributan itu. Kami tidak mau ini kembali terulang pada paripurna berikutnya. Semua anggota harus patuh terhadap keputusan pimpinan bersama fraksi,” kata Hamzah Pangky.
Dia berjanji, dirinya akan melibatkan semua pimpinan fraksi dalam penentuan jadwal paripurna. Hal ini agar tidak menimbulkan lagi protes karena tak diundang dalam penetapan. Selain itu, kata dia, adanya uang beredar yang dibagikan ke Dewan sehingga hadir tidak diketahui.
Mantan Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba Andi Syahrir Sahib menyesalkan insiden keributan yang terjadi di Gedung DPRD Bulukumba sebelum rapat paripurna penyerahan Silpa 2011 dimulai, Senin 13 Agustus 2012.
Menurut Syahrir, seharusnya para wakil rakyat tersebut memperlihatkan sikap wibawa di depan pejabat dengan memberikan pendapat khususnya dalam mempertahankan argumentasinya, bukan sebaliknya. Sebab, jika itu terjadi jelas akan mencoreng citra lembaga yang terhormat ini.
“Kami menyesalkan insiden keributan itu. Seharusnya anggota Dewan mampu menahan emosinya dalam berdiskusi. Jangan muda terprovokasi karena ini bisa membahayakan dan wibawa Dewan akan menurun di mata publik. Apalagi, dihadiri sejumlah pejabat tinggi,” ungkap dia, kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Selain itu, Andi Syahrir, yang juga Anggota Komisi A DPRD Bulukumba menilai kejadian yang melibatkan Ketua DPC PPP Askar dengan anggota Komisi B Andi Asman, mesti menjadi pelajaran bagi anggota Dewan lainya, agar ke depan lebih dewasa dalam berdemokrasi.
“Wajar saja kalau berbeda paham asalkan itu jangan mencederai lembaga,” tuturnya.
Dia menyarankan, sebaiknya jika ada masalah didiskusikan dengan baik dan mencari jalan keluar. Rapat paripurna yang dianggap menyalahi prosuder karena ada fraksi tidak dilibatkan, pimpinan harus segera menjelaskan, biar tidak salah persepsi.
“Kami berharap rapat paripurna berikutnya tidak terjadi lagi,” harap legislator asal Dapil Kecamatan Ujung Bulu-Ujung Loe ini.
Sementara Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky mengemukakan, pihaknya belum bisa menentukan kapan jadwal rapat paripurna ditetapkan kembali. Menurutnya, dirinya masih menunggu suasana Dewan kembali stabil pasca kejadian keributan sebelumnya.
“Kita lewatkan dulu bulan suci Ramadan baru dirapatkan kembali jadwalnya, sambil menunggu suasana Dewan normal setelah keributan itu. Kami tidak mau ini kembali terulang pada paripurna berikutnya. Semua anggota harus patuh terhadap keputusan pimpinan bersama fraksi,” kata Hamzah Pangky.
Dia berjanji, dirinya akan melibatkan semua pimpinan fraksi dalam penentuan jadwal paripurna. Hal ini agar tidak menimbulkan lagi protes karena tak diundang dalam penetapan. Selain itu, kata dia, adanya uang beredar yang dibagikan ke Dewan sehingga hadir tidak diketahui.
(azh)