Menyamar berpakaian rapi, Surabaya diserbu gepeng
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 15:51 WIB
Menyamar berpakaian rapi, Surabaya diserbu gepeng
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai kewalahan membendung serbuan gelandangan dan pengemis. Banyaknya akses masuk ke Kota Surabaya membuat pemkot tak berdaya. Ditambah lagi dengan kelihaian gepeng untuk mengelabui petugas dengan berpakaian rapi untuk masuk ke Surabaya.
Dari pantauan di lapangan, Jumat (10/8/2012), gepeng yang masuk di Surabaya ini sekarang menyerbu masjid-masjid, pertokoan, dan perkampungan elit. Sedangkan yang ada di pertigaan dan perempatan jalan sudah jarang terlihat karena mereka menghindari kejaran dari petugas Satpol PP Kota Surabaya.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo menuturkan, pihaknya kesulitan
mencegah masuknya gepeng ke Surabaya. Sebab, pintu masuk ke Surabaya cukup banyak seperti di perbatasan Gresik, Sidoarjo dan Madura. Makanya tak heran kalau banyak gepeng yang lolos masuk Surabaya.
“Pernah kita mencegah masuknya gepeng ke Surabaya di Romokalisari
perbatasan Surabaya-Gresik. Ternyata gepeng bisa masuk lewat Wiyung atau
Benowo,” ujar Supomo, Jumat (10/8/2012).
Kesulitan lain yang dihadapi petugas adalah trik yang dilakukan gepeng.
Pihaknya kelabakan juga ketika gepeng sekarang ini banyak akal untuk
mengelabui petugas.
Salah satunya dengan berpakaian bagus layaknya warga biasa dan tidak lagi berpakaian compang-camping. Mereka juga menumpang angkutan umum seperti bus atau kereta seperti layaknya penumpang umum lainnya sehingga sulit diidentifikasi.
“Dulu masih mudah, mereka msuk berpakaian compang-camping. Sekarang lebih rumit, ini yang harus kami pecahkan. Rasanya enggak mungkin kan menangkap orang yang berpakaian necis,” katanya.
Menghadapi serbuan gepeng, Supomo mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Pemprov Jatim. Sebab, gepeng tersebut berasal dari berbagai daerah yang ada di Jatim sehingga bukan lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemkot, namun juga pemprov Jatim.
Dari pantauan di lapangan, Jumat (10/8/2012), gepeng yang masuk di Surabaya ini sekarang menyerbu masjid-masjid, pertokoan, dan perkampungan elit. Sedangkan yang ada di pertigaan dan perempatan jalan sudah jarang terlihat karena mereka menghindari kejaran dari petugas Satpol PP Kota Surabaya.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo menuturkan, pihaknya kesulitan
mencegah masuknya gepeng ke Surabaya. Sebab, pintu masuk ke Surabaya cukup banyak seperti di perbatasan Gresik, Sidoarjo dan Madura. Makanya tak heran kalau banyak gepeng yang lolos masuk Surabaya.
“Pernah kita mencegah masuknya gepeng ke Surabaya di Romokalisari
perbatasan Surabaya-Gresik. Ternyata gepeng bisa masuk lewat Wiyung atau
Benowo,” ujar Supomo, Jumat (10/8/2012).
Kesulitan lain yang dihadapi petugas adalah trik yang dilakukan gepeng.
Pihaknya kelabakan juga ketika gepeng sekarang ini banyak akal untuk
mengelabui petugas.
Salah satunya dengan berpakaian bagus layaknya warga biasa dan tidak lagi berpakaian compang-camping. Mereka juga menumpang angkutan umum seperti bus atau kereta seperti layaknya penumpang umum lainnya sehingga sulit diidentifikasi.
“Dulu masih mudah, mereka msuk berpakaian compang-camping. Sekarang lebih rumit, ini yang harus kami pecahkan. Rasanya enggak mungkin kan menangkap orang yang berpakaian necis,” katanya.
Menghadapi serbuan gepeng, Supomo mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Pemprov Jatim. Sebab, gepeng tersebut berasal dari berbagai daerah yang ada di Jatim sehingga bukan lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemkot, namun juga pemprov Jatim.
(ysw)