Pusat pergudangan Surabaya tetap dipertahankan
Senin, 06 Agustus 2012 - 12:40 WIB
Pusat pergudangan Surabaya tetap dipertahankan
A
A
A
Sindonews.com - Meski sudah masuk dalam Rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampanya akan tetap mempertahankan pusat pergudangan di kawasan Kalianak, Margomulyo, dan Rungkut.
Sebaliknya anggota DPRD Surabaya menginginkn agar pusat pergudangan dipindah. Mereka menilai kawasan pergudangan sudah tampak semrawut dan membuat macet.
Keinginan anggota DPRD Surabaya itu langsung ditentang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan. Menurutnya, menghapus kawasan pergudangan tak bisa dilakukan begitu saja.
Dari hasil kajian Bappeko, kawasan pergudangan tidak perlu dihapus. Kalau sekarang dinilai masih semrawut dan membebani kota, maka yang akan diperbaiki adalah manajemen atau penataan lokasinya saja.
“Jadi kami masih pertahankan tiga lokasi pergudangan yang selama ini ada di Surabaya,” ujar Hendro, Senin (6/8/2012).
Kondisi saat ini, katanya, jauh lebih baik. Coba bayangkan kalau tidak ada gudang, kemudian truk kontainer dari dan ke Surabaya diparkir di piggir jalan malah bikin ruwet. Jadi gudang tetap dibutuhkan di Surabaya.
Rencana penghapusan kawasan pergudangan tersebut sudah termuat dalam
raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya yang sekarang sedang
dibahas di DPRD Surabaya. Alasan penghapusan, kawasan pergudangan membuat beban kota.
Terutama terkait dengan lalu lintas kendaraan berat yang kerap kali menjadi penyebab kerusakan jalan raya di tengah kota. Tapi, kini sudah ada kesepakatan kawasan perdagangan tidak dihapus, tapi hanya ditata ulang.
Sebaliknya anggota DPRD Surabaya menginginkn agar pusat pergudangan dipindah. Mereka menilai kawasan pergudangan sudah tampak semrawut dan membuat macet.
Keinginan anggota DPRD Surabaya itu langsung ditentang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan. Menurutnya, menghapus kawasan pergudangan tak bisa dilakukan begitu saja.
Dari hasil kajian Bappeko, kawasan pergudangan tidak perlu dihapus. Kalau sekarang dinilai masih semrawut dan membebani kota, maka yang akan diperbaiki adalah manajemen atau penataan lokasinya saja.
“Jadi kami masih pertahankan tiga lokasi pergudangan yang selama ini ada di Surabaya,” ujar Hendro, Senin (6/8/2012).
Kondisi saat ini, katanya, jauh lebih baik. Coba bayangkan kalau tidak ada gudang, kemudian truk kontainer dari dan ke Surabaya diparkir di piggir jalan malah bikin ruwet. Jadi gudang tetap dibutuhkan di Surabaya.
Rencana penghapusan kawasan pergudangan tersebut sudah termuat dalam
raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya yang sekarang sedang
dibahas di DPRD Surabaya. Alasan penghapusan, kawasan pergudangan membuat beban kota.
Terutama terkait dengan lalu lintas kendaraan berat yang kerap kali menjadi penyebab kerusakan jalan raya di tengah kota. Tapi, kini sudah ada kesepakatan kawasan perdagangan tidak dihapus, tapi hanya ditata ulang.
(ysw)