Korban peluru nyasar maklumi tindakan polisi
Jum'at, 20 Juli 2012 - 19:42 WIB
Korban peluru nyasar maklumi tindakan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Rudi (57) yang menjadi korban peluru nyasar dari anggota Polres Jakarta Selatan tidak menyalahkan pihak kepolisian atas insiden yang menimpa dirinya. Pasalnya, dia menganggap hal itu terjadi saat anggota kepolisian itu sedang mengejar kawanan pencuri kendaraan bermotor yang membawa senjata api (senpi).
"Korban sendiri mengakui, kalau ini (kejadian peluru nyasar) bukan kesalahan polisi. Karena waktu itu polisi memang tengah mengejar pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan saat dihubungi sindonews, di Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah menanggung seluruh biaya pengobatan korban, dan telah memberikan korban santunan sebagai bentuk tanggung jawabnya. "Kita tanggungjawab. Bahkan korban sendiri sudah kita beri santunan," ujarnya.
Sayangnya, Hermawan enggan menjelaskan dengan rinci berapa santunan yang pihaknya berikan kepada korban dan di bagian mana korban terkena peluru nyasar. Dia hanya menegaskan jika kejadian tersebut tidak disengaja.
"Itu kan (kejadian peluru nyasar) situasional ya. Semua orang tidak menginginkan itu terjadi, termasuk petugasnya sendiri. Tapi anggota tetap akan kita diperiksa," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga Sawah Besar, Jakarta Pusat menjadi korban peluru nyasar yang ditembakkan anggota Polres Jakarta Selatan saat mengejar kawanan pencuri kendaraan bermotor.
AKBP Hermawan mengatakan, kejadian bermula saat anggotanya mengejar kawanan pencuri mobil yang kabur saat dimintai STNK. "Saat dimintai STNK, dua pelaku kabur begitu saja meninggalkan mobilnya. Setelah tembakan peringatan tidak digubris, petugas langsung menembak pelaku, namun peluru rekorset (mantul) ke korban," katanya.
Dia mengungkapkan, korban yang diketahui bernama Rudi (57) langsung dibawa oleh anggotanya untuk mendapatkan pertolongan medis. "Petugas yang tahu pelurunya nyasar, lalu menolong korban. Korban sendiri telah mendapatkan pertolongan medis, dan saat ini keadaannya diketahui sudah membaik," ujarnya.
"Korban sendiri mengakui, kalau ini (kejadian peluru nyasar) bukan kesalahan polisi. Karena waktu itu polisi memang tengah mengejar pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan saat dihubungi sindonews, di Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah menanggung seluruh biaya pengobatan korban, dan telah memberikan korban santunan sebagai bentuk tanggung jawabnya. "Kita tanggungjawab. Bahkan korban sendiri sudah kita beri santunan," ujarnya.
Sayangnya, Hermawan enggan menjelaskan dengan rinci berapa santunan yang pihaknya berikan kepada korban dan di bagian mana korban terkena peluru nyasar. Dia hanya menegaskan jika kejadian tersebut tidak disengaja.
"Itu kan (kejadian peluru nyasar) situasional ya. Semua orang tidak menginginkan itu terjadi, termasuk petugasnya sendiri. Tapi anggota tetap akan kita diperiksa," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga Sawah Besar, Jakarta Pusat menjadi korban peluru nyasar yang ditembakkan anggota Polres Jakarta Selatan saat mengejar kawanan pencuri kendaraan bermotor.
AKBP Hermawan mengatakan, kejadian bermula saat anggotanya mengejar kawanan pencuri mobil yang kabur saat dimintai STNK. "Saat dimintai STNK, dua pelaku kabur begitu saja meninggalkan mobilnya. Setelah tembakan peringatan tidak digubris, petugas langsung menembak pelaku, namun peluru rekorset (mantul) ke korban," katanya.
Dia mengungkapkan, korban yang diketahui bernama Rudi (57) langsung dibawa oleh anggotanya untuk mendapatkan pertolongan medis. "Petugas yang tahu pelurunya nyasar, lalu menolong korban. Korban sendiri telah mendapatkan pertolongan medis, dan saat ini keadaannya diketahui sudah membaik," ujarnya.
(lil)