Dana pilkada gabungan Jabar Rp1,047 triliun
Jum'at, 20 Juli 2012 - 15:26 WIB
Dana pilkada gabungan Jabar Rp1,047 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengucurkan hibah pembiayaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pelilukada) gabungan di Jabar dengan total nilai Rp1,047 triliun.
Nilai hibah ditandatangani Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Yayat Hidayat degan rincian: untuk KPU Jabar Rp 759,9 miliar dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Rp151 miliar.
Selain itu, dana pengamanan pemilu untuk Polda Jabar Rp85,6 miliar, Polda Metro Jaya Rp30,4 miliar, Kodam III Siliwangi Rp16 miliar, Kodam Jaya Rp1,4 miliar.
"Jumlah keseluruhannya Rp1,047 triliun," kata Heryawan, usai menandatangani akta hibah terkait pembiayaan pemilu dari Pemprov Jabar kepada KPU Jabar untuk penyelenggaraan pilkada Jabar, di Gedung Sate, Bandung, Jalan Diponegoro, Jumat (20/7/2012).
Heryawan menjelaskan, jangan kaget dengan biaya sebesar itu. Pasalnya, biaya tersebut dibagi perunit-unit penyelenggara Pemilukada di Jabar. Jabar akan membutuhkan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
"Itu untuk satu putaran. Untuk dia putaran ada mekanismenya di anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013," kata dia.
Menurutnya, dengan biaya sebesar itu diharapkan bisa menyeelenggarakan Pemilukada yang baik dan berkualitas. Untuk diketahui, pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar akan digabung dengan Pilkada tiga kabupaten/kota di Jabar, yakni Kabupaten Sumedang, Kota Cirebon, dan Kota Sukabumi.
Awalnya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan diikutsertakan, namun belakangan KBB menarik diri dalam pilkada gabungan ini. Hingga kini KBB masih kontroversi dalam pilkada gabungan Jabar.
Nilai hibah ditandatangani Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Yayat Hidayat degan rincian: untuk KPU Jabar Rp 759,9 miliar dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Rp151 miliar.
Selain itu, dana pengamanan pemilu untuk Polda Jabar Rp85,6 miliar, Polda Metro Jaya Rp30,4 miliar, Kodam III Siliwangi Rp16 miliar, Kodam Jaya Rp1,4 miliar.
"Jumlah keseluruhannya Rp1,047 triliun," kata Heryawan, usai menandatangani akta hibah terkait pembiayaan pemilu dari Pemprov Jabar kepada KPU Jabar untuk penyelenggaraan pilkada Jabar, di Gedung Sate, Bandung, Jalan Diponegoro, Jumat (20/7/2012).
Heryawan menjelaskan, jangan kaget dengan biaya sebesar itu. Pasalnya, biaya tersebut dibagi perunit-unit penyelenggara Pemilukada di Jabar. Jabar akan membutuhkan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
"Itu untuk satu putaran. Untuk dia putaran ada mekanismenya di anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013," kata dia.
Menurutnya, dengan biaya sebesar itu diharapkan bisa menyeelenggarakan Pemilukada yang baik dan berkualitas. Untuk diketahui, pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar akan digabung dengan Pilkada tiga kabupaten/kota di Jabar, yakni Kabupaten Sumedang, Kota Cirebon, dan Kota Sukabumi.
Awalnya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan diikutsertakan, namun belakangan KBB menarik diri dalam pilkada gabungan ini. Hingga kini KBB masih kontroversi dalam pilkada gabungan Jabar.
(azh)