Petugas Polisi Syariat lakukan kekerasan saat razia
Jum'at, 20 Juli 2012 - 12:28 WIB
Petugas Polisi Syariat lakukan kekerasan saat razia
A
A
A
Sindonews.com - Razia Syariat Islam Jumat dini hari tadi diwarnai pemukulan. Pemilik losmen di Jalan Teuku Umar, kawasan Setui Banda Aceh dipukul petugas gabungan Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat).
Aksi bermula saat petugas mengejar salah seorang perempuan tak mengenakan jilbab masuk ke salah satu penginapan. Razia ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah.
Tim gabungan Wilayatul Hisbah (polisi syariah), polisi, Polisi Militer dan Satuan Tugas (Satgas) Partai Aceh mengepung salah satu losmen. Puluhan personel lainnya mengeledah rumah bahkan masuk ke dalam kamar. Pemilik bersama istrinya sempat melarang petugas masuk ke kamar.
Kendati petugas wilayatul hisbah sudah melarang aksi kekerasan, namun salah seorang personil satgas Partai Aceh memukul rahang pemilik losmen yang coba melarang petugas masuk.
“Sudah, jangan main pukul,” ujar salah seorang personel Wilayatul Hisbah lainnya saat melarang pemukulan, Jumat (20/7/2012).
Di dalam kamar, petugas juga mencari perempuan sampai di bawah kolong tempat tidur. Setelah mengeledah, akhirnya perempuan itu ditemukan. Saat digelandang ke dalam mobil, aksi kurang simpati juga diperlihatkan petugas dengan menarik tangan perempuah tersebut ke belakang persis saat polisi menangani pelaku tindak kriminal.
Pemukulan juga terjadi saat pemilik losmen menolak naik ke truk saat hendak dibawa ke kantor Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh. Pemukulan dilakukan di antara kerumunan petugas. Pemukulan pertama dilakukan salah seorang petugas dari atas truk, dilanjutkan dari belakang korban.
Perang mulut juga sempat terjadi antara istri korban dengan petugas, persis di pagar losmen. Perempuan itu mengeluhkan tindakan petugas pada wartawan.
“Dipukul aku sama orang tadi, ditendang aku. Sesudah mereka pukul suami saya, saya juga ditendangnya. Kenapa mereka pukul perempuan?" ujar pemilik losmen.
Mendengar keluhan perempuan itu, salah seorang petugas menghardiknya. "Makanya jangan kau pelihara maksiat di rumah kau," caci seorang petugas.
Dalam patroli yang dilakukan sejak pukul 12:00 WIB hingga dini hari itu, aparat berkeliling sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi kawasan mesum. Dua anak yang diduga menghisap lem juga dibawa ke kantor Wilayatul Hisbah.
Di kantor Wilayatul Hisbah, introgasi dilakukan satgas Partai Aceh. Proses ini seharusnya dilakukan penyidik Wilayatul Hisbah. Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh Syamsuddin meminta wartawan tidak mempublikasikan aksinya. "Ini enggak usah ditulis ya," ujarnya.
Kendati terjadi di hadapan para wartawan, Syamsuddin membantah kekerasan yang terjadi saat pengeledahan losmen dilakukan timnya. “Banyak sekali masyarakat mungkin tidak tahan lagi,” ujar Syamsuddin.
Aksi bermula saat petugas mengejar salah seorang perempuan tak mengenakan jilbab masuk ke salah satu penginapan. Razia ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah.
Tim gabungan Wilayatul Hisbah (polisi syariah), polisi, Polisi Militer dan Satuan Tugas (Satgas) Partai Aceh mengepung salah satu losmen. Puluhan personel lainnya mengeledah rumah bahkan masuk ke dalam kamar. Pemilik bersama istrinya sempat melarang petugas masuk ke kamar.
Kendati petugas wilayatul hisbah sudah melarang aksi kekerasan, namun salah seorang personil satgas Partai Aceh memukul rahang pemilik losmen yang coba melarang petugas masuk.
“Sudah, jangan main pukul,” ujar salah seorang personel Wilayatul Hisbah lainnya saat melarang pemukulan, Jumat (20/7/2012).
Di dalam kamar, petugas juga mencari perempuan sampai di bawah kolong tempat tidur. Setelah mengeledah, akhirnya perempuan itu ditemukan. Saat digelandang ke dalam mobil, aksi kurang simpati juga diperlihatkan petugas dengan menarik tangan perempuah tersebut ke belakang persis saat polisi menangani pelaku tindak kriminal.
Pemukulan juga terjadi saat pemilik losmen menolak naik ke truk saat hendak dibawa ke kantor Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh. Pemukulan dilakukan di antara kerumunan petugas. Pemukulan pertama dilakukan salah seorang petugas dari atas truk, dilanjutkan dari belakang korban.
Perang mulut juga sempat terjadi antara istri korban dengan petugas, persis di pagar losmen. Perempuan itu mengeluhkan tindakan petugas pada wartawan.
“Dipukul aku sama orang tadi, ditendang aku. Sesudah mereka pukul suami saya, saya juga ditendangnya. Kenapa mereka pukul perempuan?" ujar pemilik losmen.
Mendengar keluhan perempuan itu, salah seorang petugas menghardiknya. "Makanya jangan kau pelihara maksiat di rumah kau," caci seorang petugas.
Dalam patroli yang dilakukan sejak pukul 12:00 WIB hingga dini hari itu, aparat berkeliling sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi kawasan mesum. Dua anak yang diduga menghisap lem juga dibawa ke kantor Wilayatul Hisbah.
Di kantor Wilayatul Hisbah, introgasi dilakukan satgas Partai Aceh. Proses ini seharusnya dilakukan penyidik Wilayatul Hisbah. Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh Syamsuddin meminta wartawan tidak mempublikasikan aksinya. "Ini enggak usah ditulis ya," ujarnya.
Kendati terjadi di hadapan para wartawan, Syamsuddin membantah kekerasan yang terjadi saat pengeledahan losmen dilakukan timnya. “Banyak sekali masyarakat mungkin tidak tahan lagi,” ujar Syamsuddin.
(azh)