Pilgub DKI, kebijakan KPU perlu diawasi

Rabu, 18 Juli 2012 - 16:03 WIB
Pilgub DKI, kebijakan...
Pilgub DKI, kebijakan KPU perlu diawasi
A A A
Sindonews.com - Pesta demokrasi warga Jakarta jilid dua segera dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, sudah menyiapkan tahapan putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Penghitungan suara tingkat KPU DKI pun sudah dirampungkan, dan siap diumumkan.

Dari enam pasang kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang mendaftar pada putaran pertama, hanya dua yang berpeluang maju dalam putaran kedua. Masing-masing partai pengusung, mulai membaca peta politik agar tidak salah memberikan dukungan dan mendapat potongan kue kekuasaan.

Timbul persoalan klasik. KPU Pusat menyatakan, warga yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) diperbolehkan memberikan hak suara. Keputusan itu disinyalir rawan dengan penggelembungan suara dan disusupi pemilih-pemilih gelap.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Martin Hutabarat mengatakan, kebijakan KPU Pusat yang memperbolehkan warga Jakarta mencoblos, meski tidak masuk DPT harus diawasi dengan ketat.

"Ini suatu langkah bijak dalam usaha menghargai orang untuk dapat menggunakan haknya dalam Pilgub nanti," ujar Martin melalui pesan singkatnya, kepada Sindonews, Rabu (18/7/2012).

Kendati begitu, kebijakan KPU harus diawasi jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengelembungkan suara. "Tapi harus juga diwaspadai, jangan sampai kebijakan yang bersifat positif ini disalahgunakan orang lain untuk merusak demokrasi itu. Karenanya harus dijaga dan diawasi," terangnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masing-masing partai pengusung untuk bersama mengawasi demi tegaknya demokrasi. Terutama tim pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) yang dinyatakan dalam penghitungan cepat putaran pertama lolos putaran kedua.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat LP3ES dan MNC Riset diketahui, tidak ada satu pun pasangan calon yang memperoleh suara hingga 50 persen. Putaran kedua Pilgub DKI 2012 siap dilaksanakan. Berikut hasil penghitungan cepat Pilgub DKI versi LP3S dan MNC:

Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara): 34,58 persen suara

Hendardji Supandji-A Riza: 1,73 persen suara

Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok): 42,69 persen suara

Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini: 11,57 persen suara

Faisal Basri-Biem Benjamin: 4,89 persen suara

Alex Noerdin-Nono Sampono: 4,55 persen suara
(san)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Haul Akbar Syekh Yusuf...
Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari, Ketum Peradi Profesional Komitmen Wakaf Rumah Tahfiz
10 menit yang lalu
Pemanfaatan Dana Keistimewaan...
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat
1 jam yang lalu
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
1 jam yang lalu
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
12 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
13 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
14 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved