PKS tunggu riset untuk berkoalisi
Rabu, 18 Juli 2012 - 15:20 WIB
PKS tunggu riset untuk berkoalisi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belum memiliki sikap dalam ronde kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Partai ini masih ragu, mendukung incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) atau Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok).
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, sampai saat ini partainya masih ragu dalam menentukan dukungan dua pasangan calon tersebut. Untuk itu, pihaknya masih menunggu hasil riset internal partai tentang situasi politik yang berkembang.
"Belum, PKS sedang melakukan riset survei dahulu. Nanti setelah dilakukan riset, baru kita akan menentukan sikap," ujar Anis di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Wakil Ketua DPR ini menambahkan, dalam waktu dekat riset yang dilakukan internal PKS akan segera selesai. "Paling pekan depan, karena kan waktunya juga pendek," terangnya.
Ditambahkan dia, metode riset dilakukan dengan metode ilmiah. "Kita melakukan survei ilmiah saja, membaca apakah ada kesamaan kemarin dengan sekarang," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan komunikasi politik dengan Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok. "Ada komunikasi dengan Foke dan juga ada komunikasi dengan Jokowi," kata dia.
Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan cepat quick count Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran, dua kandidat yang sangat berpotensi masuk ke putaran kedua adalah Foke-Nara dan Jokowi-Ahok.
Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, sampai saat ini partainya masih ragu dalam menentukan dukungan dua pasangan calon tersebut. Untuk itu, pihaknya masih menunggu hasil riset internal partai tentang situasi politik yang berkembang.
"Belum, PKS sedang melakukan riset survei dahulu. Nanti setelah dilakukan riset, baru kita akan menentukan sikap," ujar Anis di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Wakil Ketua DPR ini menambahkan, dalam waktu dekat riset yang dilakukan internal PKS akan segera selesai. "Paling pekan depan, karena kan waktunya juga pendek," terangnya.
Ditambahkan dia, metode riset dilakukan dengan metode ilmiah. "Kita melakukan survei ilmiah saja, membaca apakah ada kesamaan kemarin dengan sekarang," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan komunikasi politik dengan Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok. "Ada komunikasi dengan Foke dan juga ada komunikasi dengan Jokowi," kata dia.
Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan cepat quick count Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran, dua kandidat yang sangat berpotensi masuk ke putaran kedua adalah Foke-Nara dan Jokowi-Ahok.
(san)