HNW serahkan koalisi pada PKS
Jum'at, 13 Juli 2012 - 11:40 WIB
HNW serahkan koalisi pada PKS
A
A
A
Sindonews.com - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid menyerahkan keputusan koalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua nanti kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Setelah hasil final diumumkan, saya yakin akan ada komunikasi politik yang lebih intens. Tentu saja dalam hal ini saya tidak lagi memutuskan, yang memutuskan adalah partai," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Dia mengungkapkan, PKS sangat memahami jika warga Jakarta memiliki kedaulatan dalam menentukan siapa pemimpinnya. Untuk itu, PKS pasti akan melakukan koalisi dengan pihak yang dianggap terbaik untuk memimpin Jakarta.
"Saya belum bisa mengatakan, karena seluruh opsi masih sama-sama terbuka," ujarnya.
Menurutnya, belum adanya pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terkait hasil penghitungan suara, menjadi alasan mengapa pihaknya belum menentukan koalisi dalam waktu dekat ini.
Disinggung soal pertemuannya dengan Joko Widodo pada hari pemungutan suara 11 Juli 2012 lalu, Hidayat menegaskan hal tersebut hanya dilakukan untuk menjalin silaturahmi. "Menjalin kebersamaan adalah bagian yang wajar untuk dilakukan. Sekali lagi dalam berpolitik tidak ada permusuhan," tukasnya.
"Setelah hasil final diumumkan, saya yakin akan ada komunikasi politik yang lebih intens. Tentu saja dalam hal ini saya tidak lagi memutuskan, yang memutuskan adalah partai," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Dia mengungkapkan, PKS sangat memahami jika warga Jakarta memiliki kedaulatan dalam menentukan siapa pemimpinnya. Untuk itu, PKS pasti akan melakukan koalisi dengan pihak yang dianggap terbaik untuk memimpin Jakarta.
"Saya belum bisa mengatakan, karena seluruh opsi masih sama-sama terbuka," ujarnya.
Menurutnya, belum adanya pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terkait hasil penghitungan suara, menjadi alasan mengapa pihaknya belum menentukan koalisi dalam waktu dekat ini.
Disinggung soal pertemuannya dengan Joko Widodo pada hari pemungutan suara 11 Juli 2012 lalu, Hidayat menegaskan hal tersebut hanya dilakukan untuk menjalin silaturahmi. "Menjalin kebersamaan adalah bagian yang wajar untuk dilakukan. Sekali lagi dalam berpolitik tidak ada permusuhan," tukasnya.
(lil)