Kekalahan Alex pukulan telak bagi Golkar
Kamis, 12 Juli 2012 - 16:33 WIB
Kekalahan Alex pukulan telak bagi Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta 2012 Alex Noerdin-Nono Sampono gagal menuju putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI. Kekalahan Alex sekaligus menjadi pukulan telak bagi Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie (Ical).
Hasil penghitungan cepat pemungutan suara, Rabu 11 Juli 2012 mengatakan, perolehan suara Alex berada sangat jauh tertinggal dari lawan-lawan politiknya. Bahkan masih kalah jauh dari pasangan calon gubernur dari jalur perseorangan atau independen.
Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan koalisi dan mengalihkan suaranya kepada calon partai pemenang putaran pertama Pilgub DKI. "Ini kan soal kebijakan partai dan juga tergantung kandidatnya lebih condong kemana," ujar Nurul saat dihubungi, Kamis (12/7/2012).
Anggota Komisi II ini menyarankan, sebaiknya konstituen Golkar di Jakarta diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya pada putaran kedua. "Namun ada baiknya bila dilepas saja, toh perolehannya tidak terlalu signifikan," terangnya pasrah.
Seperti diketahui, dalam putaran pertama Pilgub DKI, banyak lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat mengeluarkan hasil akhir yang mengejutkan. Alex yang pada awalnya diprediksi akan bertarung sengit dengan incumbent Fauzi Bowo (Foke) justru berada di bawah calon independen.
Sebaliknya, Joko Widodo (Jokowi) yang diprediksi berada di urutan tiga, justru menanjak di urutan pertama, mengalahkan semua kandidat Pilgub DKI. Bahkan jauh mengungguli Foke. Penghitungan cepat yang dilakukan MNC dan LP3S mengatakan, Jokowi menang telak atas Foke.
Hasil penghitungan cepat pemungutan suara, Rabu 11 Juli 2012 mengatakan, perolehan suara Alex berada sangat jauh tertinggal dari lawan-lawan politiknya. Bahkan masih kalah jauh dari pasangan calon gubernur dari jalur perseorangan atau independen.
Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan koalisi dan mengalihkan suaranya kepada calon partai pemenang putaran pertama Pilgub DKI. "Ini kan soal kebijakan partai dan juga tergantung kandidatnya lebih condong kemana," ujar Nurul saat dihubungi, Kamis (12/7/2012).
Anggota Komisi II ini menyarankan, sebaiknya konstituen Golkar di Jakarta diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya pada putaran kedua. "Namun ada baiknya bila dilepas saja, toh perolehannya tidak terlalu signifikan," terangnya pasrah.
Seperti diketahui, dalam putaran pertama Pilgub DKI, banyak lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat mengeluarkan hasil akhir yang mengejutkan. Alex yang pada awalnya diprediksi akan bertarung sengit dengan incumbent Fauzi Bowo (Foke) justru berada di bawah calon independen.
Sebaliknya, Joko Widodo (Jokowi) yang diprediksi berada di urutan tiga, justru menanjak di urutan pertama, mengalahkan semua kandidat Pilgub DKI. Bahkan jauh mengungguli Foke. Penghitungan cepat yang dilakukan MNC dan LP3S mengatakan, Jokowi menang telak atas Foke.
(san)