Demokrat siap berkoalisi hadapi Jokowi
Kamis, 12 Juli 2012 - 15:38 WIB
Demokrat siap berkoalisi hadapi Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan sementara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) di putaran pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI atas incumbent Fauzi Bowo (Foke) membuka mata Partai Demokrat.
"Sudah menjadi keniscayaan kita butuh koalisi dan kita tidak menutup kemungkinan untuk koalisi," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Kendati begitu, mantan staf khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono ini tidak mau berspekulasi dengan siapa partai berlambang mercy ini akan berkoalisi. "Itu nanti DPP yang tentukan. Kita lihat saja," terangnya.
Ditambahkan dia, kekalahan Foke tidak bisa langsung diartikan warga Jakarta tidak suka terhadap kinerja gubernurnya saat ini. "Kalau saya katakan, kemarin itu masa liburan. Jadi banyak yang tidak memilih, makanya kalau yang begitu kita tidak akan bahas," tukasnya.
Kendati begitu, dia mengaku mengapresiasi loyalis pria berkumis itu yang tetap optimis setelah gagal menang satu putaran seperti yang sering digembar-gemborkan sebelumnya.
"Kalau orang optimis kan bagus. Kalau optimis satu putaran dan kenyataan tidak, tapi saya kira tim sukses sudah punya plan A plan B," pungkasnya.
"Sudah menjadi keniscayaan kita butuh koalisi dan kita tidak menutup kemungkinan untuk koalisi," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Kendati begitu, mantan staf khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono ini tidak mau berspekulasi dengan siapa partai berlambang mercy ini akan berkoalisi. "Itu nanti DPP yang tentukan. Kita lihat saja," terangnya.
Ditambahkan dia, kekalahan Foke tidak bisa langsung diartikan warga Jakarta tidak suka terhadap kinerja gubernurnya saat ini. "Kalau saya katakan, kemarin itu masa liburan. Jadi banyak yang tidak memilih, makanya kalau yang begitu kita tidak akan bahas," tukasnya.
Kendati begitu, dia mengaku mengapresiasi loyalis pria berkumis itu yang tetap optimis setelah gagal menang satu putaran seperti yang sering digembar-gemborkan sebelumnya.
"Kalau orang optimis kan bagus. Kalau optimis satu putaran dan kenyataan tidak, tapi saya kira tim sukses sudah punya plan A plan B," pungkasnya.
(san)