Budi-Dede diyakini pimpin Kota Tasikmalaya
Selasa, 10 Juli 2012 - 08:45 WIB
Budi-Dede diyakini pimpin Kota Tasikmalaya
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman-Dede Sudrajat diyakini memimpin Kota Tasikmalaya untuk periode 2012-2017.
Pasangan yang diusung PPP, PKS, PBB, PBR, Partai Demokrat, dan PKB ini meraih 145.039 suara (58,28 persen). Pasangan calon nomor urut tiga,Syarif Hidayat- Cecep Bagja Gunawan, memperoleh 82.959 suara (33,34 persen), dan pasangan jalur independen Mumung Marthasasmita- Taufik Faturohman hanya 20.862 suara (8,38 persen). Perolehan suara sementara ini berdasarkan hasil real count KPU Kota Tasikmalaya per pukul 20.30 WIB.
Posisi teratas bagi Budi-Dede juga dikemukakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Survei ini menyatakan pasangan nomor urut satu tersebut memenangkan Pemilukada Kota Tasikmalaya dalam satu putaran dengan perolehan suara 58,14 persen. Hal itu berdasarkan survei di 200 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di sepuluh kecamatan dan 69 kelurahan dengan jumlah pemilih kurang lebih 80.000 pemilih.
Rival terberatnya Syarif Hidayat- Cecep Bagja Gunawan memperoleh 34,17 persen dan Mumung Marthasasmita-Taufik Faturohman 7,70 persen. Penelitian itu menghasilkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 76,99 persen dengan sampling error kurang lebih 1 persen. Manajer Riset LSI Setia Darma mengatakan, hasil penelitian di sepuluh kecamatan menyatakan hasil signifikan, di mana semua wilayah dikuasai oleh Budi-Dede.
“Kendati hasil yang sah dan sebenarnya berada di KPUD, namun hasil penelitian kami biasanya kalau tidak kurang satu persen, maka berkurang satu persen dari hasil yang kami tetapkan,” jelasnya. Setia mengatakan, terpilihnya Budi-Dede karena pasangan dengan sosok pengusaha sukses ini menjadi parameter pemilih yang berkeyakinan bisa menuntaskan persoalan ekonomi di Kota Tasikmalaya.
“Persoalan ekonomi sudah menjadi isu nasional. Di sini masyarakat juga menaruh harapan banyak kepada Budi-Dede,” imbuhnya.
Direktur Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah menjelaskan, dari hasil penelitian sebelumnya pada H-15 pemilukada dihasilkan jika tingkat popularitas Syarif Hidayat mencapai 96 persen, namun tingkat kesukaannya hanya 65 persen. Sementara Budi tingkat popularitasnya hanya 80 persen, kemudian tingkat kesukaannya nyaris sama.
Calon Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengimbau seluruh pendukung dan tim suksesnya menahan diri.
“Jangan sampai euforia berlebihan, karena kemenangan baru dipastikan setelah rapat pleno penetapan kemenangan dari KPUD Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Jika nantinya dipercaya memimpin Kota Tasikmalaya,Budi akan menuntaskan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan pada masa kepemimpinan sebelumnya.
Budi yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan kalangan pendidikan juga berjanji terus mengembangkan dunia usaha demi mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai pusat perdagangan. Calon Wali Kota Tasikmalaya nomor urut tiga, Syarif Hidayat, enggan banyak berkomentar mengenai perolehan suara sementara yang mengunggulkan Budi-Dede.
“Kalaupun kalah, saya akan kembali mencari kesibukan pada bidang lain karena pengabdian tidak harus menjabat wali kota. Hanya, saya berharap masyarakat bisa sejahtera dan terperhatikan dengan baik dari sisi kesejahteraan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya,” katanya.
Pasangan Budi Budiman- Dede Sudrajat juga meraih suara tertinggi di TPS 24 tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bojong Kaum RT 06/11, Kelurahan/ Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Dari jumlah pemilih sebanyak 377 orang, pasangan nomor urut satu ini berhasil mengumpulkan 361 suara, pasangan nomor urut dua hanya tiga suara, serta Syarif Hidayat-Cecep Bagja Gunawan meraih 13 suara.
Diketahui, calon Wali Kota Tasikmalaya yang bernomor urut tiga, Syarif Hidayat, menggunakan hak pilihnya di TPS 26 Kampung Cicariang,Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Syarif datang ke TPS bersama keluarga besar serta sejumlah tim sukses dalam pengawalan ketat polisi.
Kedatangannya langsung disambut puluhan warga.Mereka langsung bersalaman dan mendapatkan pelayanan gratis dari warung yang telah diborong oleh Syarif. Sementara Pemkot Tasikmalaya akhirnya memutuskan untuk meliburkan seluruh PNS untuk diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya.
Demikian juga dengan beberapa perusahaan swasta yang sebagian meliburkan karyawannya, tapi ada juga beberapa di antaranya yang memberikan kesempatan bergiliran untuk menggunakan hak pilih.Alhasil, suasana kawasan pusat perbelanjaan seperti di Jalan KH Zainal Mustofa terlihat lengang, padahal biasanya jalan tersebut selalu dipadati masyarakat.
Pasangan yang diusung PPP, PKS, PBB, PBR, Partai Demokrat, dan PKB ini meraih 145.039 suara (58,28 persen). Pasangan calon nomor urut tiga,Syarif Hidayat- Cecep Bagja Gunawan, memperoleh 82.959 suara (33,34 persen), dan pasangan jalur independen Mumung Marthasasmita- Taufik Faturohman hanya 20.862 suara (8,38 persen). Perolehan suara sementara ini berdasarkan hasil real count KPU Kota Tasikmalaya per pukul 20.30 WIB.
Posisi teratas bagi Budi-Dede juga dikemukakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Survei ini menyatakan pasangan nomor urut satu tersebut memenangkan Pemilukada Kota Tasikmalaya dalam satu putaran dengan perolehan suara 58,14 persen. Hal itu berdasarkan survei di 200 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di sepuluh kecamatan dan 69 kelurahan dengan jumlah pemilih kurang lebih 80.000 pemilih.
Rival terberatnya Syarif Hidayat- Cecep Bagja Gunawan memperoleh 34,17 persen dan Mumung Marthasasmita-Taufik Faturohman 7,70 persen. Penelitian itu menghasilkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 76,99 persen dengan sampling error kurang lebih 1 persen. Manajer Riset LSI Setia Darma mengatakan, hasil penelitian di sepuluh kecamatan menyatakan hasil signifikan, di mana semua wilayah dikuasai oleh Budi-Dede.
“Kendati hasil yang sah dan sebenarnya berada di KPUD, namun hasil penelitian kami biasanya kalau tidak kurang satu persen, maka berkurang satu persen dari hasil yang kami tetapkan,” jelasnya. Setia mengatakan, terpilihnya Budi-Dede karena pasangan dengan sosok pengusaha sukses ini menjadi parameter pemilih yang berkeyakinan bisa menuntaskan persoalan ekonomi di Kota Tasikmalaya.
“Persoalan ekonomi sudah menjadi isu nasional. Di sini masyarakat juga menaruh harapan banyak kepada Budi-Dede,” imbuhnya.
Direktur Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah menjelaskan, dari hasil penelitian sebelumnya pada H-15 pemilukada dihasilkan jika tingkat popularitas Syarif Hidayat mencapai 96 persen, namun tingkat kesukaannya hanya 65 persen. Sementara Budi tingkat popularitasnya hanya 80 persen, kemudian tingkat kesukaannya nyaris sama.
Calon Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengimbau seluruh pendukung dan tim suksesnya menahan diri.
“Jangan sampai euforia berlebihan, karena kemenangan baru dipastikan setelah rapat pleno penetapan kemenangan dari KPUD Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Jika nantinya dipercaya memimpin Kota Tasikmalaya,Budi akan menuntaskan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan pada masa kepemimpinan sebelumnya.
Budi yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan kalangan pendidikan juga berjanji terus mengembangkan dunia usaha demi mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai pusat perdagangan. Calon Wali Kota Tasikmalaya nomor urut tiga, Syarif Hidayat, enggan banyak berkomentar mengenai perolehan suara sementara yang mengunggulkan Budi-Dede.
“Kalaupun kalah, saya akan kembali mencari kesibukan pada bidang lain karena pengabdian tidak harus menjabat wali kota. Hanya, saya berharap masyarakat bisa sejahtera dan terperhatikan dengan baik dari sisi kesejahteraan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya,” katanya.
Pasangan Budi Budiman- Dede Sudrajat juga meraih suara tertinggi di TPS 24 tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bojong Kaum RT 06/11, Kelurahan/ Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Dari jumlah pemilih sebanyak 377 orang, pasangan nomor urut satu ini berhasil mengumpulkan 361 suara, pasangan nomor urut dua hanya tiga suara, serta Syarif Hidayat-Cecep Bagja Gunawan meraih 13 suara.
Diketahui, calon Wali Kota Tasikmalaya yang bernomor urut tiga, Syarif Hidayat, menggunakan hak pilihnya di TPS 26 Kampung Cicariang,Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Syarif datang ke TPS bersama keluarga besar serta sejumlah tim sukses dalam pengawalan ketat polisi.
Kedatangannya langsung disambut puluhan warga.Mereka langsung bersalaman dan mendapatkan pelayanan gratis dari warung yang telah diborong oleh Syarif. Sementara Pemkot Tasikmalaya akhirnya memutuskan untuk meliburkan seluruh PNS untuk diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya.
Demikian juga dengan beberapa perusahaan swasta yang sebagian meliburkan karyawannya, tapi ada juga beberapa di antaranya yang memberikan kesempatan bergiliran untuk menggunakan hak pilih.Alhasil, suasana kawasan pusat perbelanjaan seperti di Jalan KH Zainal Mustofa terlihat lengang, padahal biasanya jalan tersebut selalu dipadati masyarakat.
(azh)