Nahas, 4 desa dihapus karena lumpur Lapindo

Rabu, 04 Juli 2012 - 16:38 WIB
Nahas, 4 desa dihapus...
Nahas, 4 desa dihapus karena lumpur Lapindo
A A A
Sindonews.com - Bagian Pemerintahan dan Administrasi Desa Pemkab Sidoarjo akan konsultasi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk penghapusan desa/kelurahan yang terendam lumpur. Pasalnya, secara de facto, kawasan itu sudah ditinggalkan penghuninya setelah tergenang lumpur.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Administrasi Desa Pemkab Sidoarjo Ali Imron mengatakan saat ini ada dua desa dan dua kelurahan yang secara geografis sudah tidak berpenghuni yakni Desa Renokenongo, Kecamatan Porong dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin. Sedangkan dua kelurahan, yaitu Kelurahan Jatirejo dan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong.

Meski saat ini empat wilayah itu sudah tidak ada penghuninya, namun untuk urusan administrasi masih ada kepala desa dan lurah. Hal ini diperlukan untuk pengurusan administrasi ganti rugi warga korban lumpur.

"Terkait penghapusan desa dan kelurahan yang terendam lumpur akan kita konsultasikan ke Mendagri. Sebab, secara administrasi keberadaan desa dan kelurahan itu masih diperlukan untuk ganti rugi lumpur," ujar Ali Imron menjelaskan kepada wartawan, Rabu (4/7/2012).

Ali menjelaskan untuk dana alokasi desa yang terendam lumpur memang sudah tidak ada. Namun, keberadaan perangkat desa seperti kepala desa masih diperlukan untuk kepentingan administrasi ganti rugi. Sejauh ini, warga di empat wilayah itu masih banyak yang ber-KTP wilayah itu meskipun sudah pindah ke daerah lain.

Sebenarnya, dua tahun lalu setelah empat wilayah itu sudah terendam lumpur Pemkab Sidoarjo sudah mengusulkan penghapusan wilayah itu. Namun, sejauh ini belum ada kepastian karena masih menunggu pelunasan ganti rugi korban lumpur.

Pemkab Sidoarjo sejauh ini belum merealisasikan penghapusan empat desa yang terendam lumpur panas. Pasalnya, sejauh ini pemkab masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait status desa yang sudah terendam lumpur. Untuk penghapusan desa atau pembentukan desa lagi harus ada keputusan Mendagri.

Empat desa itu saat ini masih menjadi bagian dari 353 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Untuk urusan administrasi warga dilayani di rumah kepada desanya. Warga biasanya mengurus administrasi untuk kepentingan ganti rugi dari Lapindo.

Kondisi empat desa itu, seperti Desa Renokenongo, sekarang 100 persen sudah tenggelam Lumpur. Sedangkan Desa Jatirejo dan Siring, kini tersisa tersisa 15-20 persen saja, selebihnya sudah menjadi hamparan Lumpur. Demikian pula Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, tinggal tersisa 5-10 persen saja yang masih berupa daratan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono mengatakan, bila desa lumpur itu dipertahankan bakal berdampak tidak efektif anggaran untuk desa. Selain itu, juga kepastian hukum masyarakatnya juga tidak jelas. Sebab, mereka sudah tidak tinggal desa itu tapi masih ber-KTP desa itu.

Untuk itulah, sudah seharusnya Bagian Pemerintahan dan Administrasi Desa segera memikirkan perubahan status empat wilayah itu. Sebab, secara struktur organisisasi empat desa itu masih ada, padahal secara de facto sudah tenggelam.

Penghapusan wilayah yang terendam lumpur harus merubah Perda terkait desa. Untuk itulah, Warih mendesak agar masalah ini segera dikonsultasikan ke Mendagri. Apalagi, akhir 2012 nanti pembayaran jual beli aset korban lumpur tuntas.

"Penghapusan empat wilayah itu sudah harus dipersiapkan sekarang," tandas Warih.

Plt Kepala Desa Renokenongo Subakri beberapa waktu lalu mengatakan, jika saat ini warga Renokenongo masih ber-KTP wilayah itu. Hal ini diperlukan untuk mengurus penyelesaian ganti rugi yang sampai saat ini belum tuntas.

"Kalau ganti rugi lumpur sudah selesai, warga lumpur yang kini tinggal di wilayah lain tinggal mengurus surat pindah. Saat ini masih terbentur untuk administrasi ganti rugi," tegasnya.
(azh)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
28 menit yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
11 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
11 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
12 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
12 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved