Polisi peringkat atas pelaku pelanggaran HAM
Senin, 02 Juli 2012 - 17:49 WIB
Polisi peringkat atas pelaku pelanggaran HAM
A
A
A
Sindonews.com - Peringatan hari lahir Bhayangkara ke-66 harus dijadikan renungan mendalam aparat penegak hukum. Masih ditemukannya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pengungkapan kasus, membuat lembaga ini semakin terlihat angker di mata masyarakat.
Staff Penelitian dan Pengembangan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Tommy mengatakan, tindakan aparat kepolisian di Indonesia masih banyak yang jauh dari kata profesional. Masih banyak ditemukan kasus salah tangkap, rekayasa kasus, dan penyiksaan oleh aparat.
"Dari catatan akhir tahun LBH Jakarta selama tiga tahun terakhir, lembaga kepolisian menempati peringkat teratas pelaku pelanggaran hak asasi atas peradilan yang jujur terhadap masyarakat," ujar Tommy dalam peringatan hari lahir Bhayangkara ke-66 di Gedung LBH Jakarta, Senin (2/7/2012).
Secara kualitas, kinerja aparat kepolisian di Indonesia masih buruk. Namun secara kuantitas, sudah mulai membaik. "Tahun 2009, dari 31 kasus pengaduan, 29 kasusnya ada campur tangan polisi. Tahun 2010, 39 kasus pengaduan, 26 kasus campur tangan polisi. Dan 2011, 24 kasus pengaduan, 18 kasus polisi campur tangan," terangnya.
Untuk itu Tommy berharap, kedepannya aparat kepolisian dapat bertindak lebih profesional dalam bekerja dan menunjukkan sisi-sisi kemanusiannya. Terutama terhadap masyarakat kecil yang tidak mengerti hukum.
Staff Penelitian dan Pengembangan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Tommy mengatakan, tindakan aparat kepolisian di Indonesia masih banyak yang jauh dari kata profesional. Masih banyak ditemukan kasus salah tangkap, rekayasa kasus, dan penyiksaan oleh aparat.
"Dari catatan akhir tahun LBH Jakarta selama tiga tahun terakhir, lembaga kepolisian menempati peringkat teratas pelaku pelanggaran hak asasi atas peradilan yang jujur terhadap masyarakat," ujar Tommy dalam peringatan hari lahir Bhayangkara ke-66 di Gedung LBH Jakarta, Senin (2/7/2012).
Secara kualitas, kinerja aparat kepolisian di Indonesia masih buruk. Namun secara kuantitas, sudah mulai membaik. "Tahun 2009, dari 31 kasus pengaduan, 29 kasusnya ada campur tangan polisi. Tahun 2010, 39 kasus pengaduan, 26 kasus campur tangan polisi. Dan 2011, 24 kasus pengaduan, 18 kasus polisi campur tangan," terangnya.
Untuk itu Tommy berharap, kedepannya aparat kepolisian dapat bertindak lebih profesional dalam bekerja dan menunjukkan sisi-sisi kemanusiannya. Terutama terhadap masyarakat kecil yang tidak mengerti hukum.
(san)