TKI Pulang dari Malaysia Jalani Karantina 2 Kali, Ingin Segera Gendong Anak

loading...
TKI Pulang dari Malaysia Jalani Karantina 2 Kali, Ingin Segera Gendong Anak
TKI Pulang dari Malaysia Jalani Karantina 2 Kali, Ingin Segera Gendong Anak
A+ A-
KENDAL - Perjuangan panjang harus dijalani Sakur (35) dan Anas Muhidin (24) untuk pulang kampung ke Desa Jungsemi, Kangking, Kendal, Jateng dari tempat perantauan di Malaysia di tengah wabah virus corona (COVID-19). Keduanya harus menjalani masa karantina 2 kali sebelum bisa berbaur dengan keluarganya.

Perjalanan panjang keduanya tempuh untuk tiba di rumah. Pergi meninggalkan Negeri Jiran sejak 31 Maret, keduanya harus menjalani isolasi selama tiga hari di Batam untuk kemudian dinyatakan sehat dan diperbolehkan terbang ke Yogyakarta, DIY hingga selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kendal. (Baca juga: Corona di Indonesia 5 April 2020: 2.273 Orang Positif, 164 Sembuh, 198 Meninggal)

"Setelah tiga hari di sana, kami kemudian terbang ke Yogyakarta dan baru tiba di rumah ini dua hari lalu. Langsung kami didata dan dicek kesehatannya. Setelah itu kami isolasi di rumah," kata Sakur saat ditemui di rumahnya, Minggu (5/4/2020).

Dalam perjalanan pulang itu, keduanya harus melewati beberapa kali pengecekan. Setibanya di rumah, Sakur yang memiliki anak balita tak dapat melepas kangen padanya. Anaknya itu tinggal bersama ibunya di rumah belakang tempatnya melakukan isolasi. Meski dapat memandang dari kejauhan, namun Sakur merasa sedih karena tidak bisa menggendongnya.



"Anak saya balita, sejak pulang dari Malaysia, saya dan Anas langsung isolasi mandiri di rumah. Belum berani bertemu keluarga. Rasanya pengen gendong anak," ucap Sakur lirih. Rasa kangen bertemu keluarga terpaksa dikubur dalam-dalam. Keduanya sepakat, selama 14 hari tidak akan keluar rumah dan tidak berjumpa dengan keluarga.

"Kalau dikatakan kangen, ya kangen sekali. Tapi belum berani ketemu. Biar menjaga satu sama lain. Saya tidak tahu, apakah saya membawa virus corona itu atau tidak, yang penting menjaga agar anak dan keluarga tidak tertular," imbuh Sakur.

Sakur dan Anas berangkat ke Malaysia untuk mengadu nasib. Keduanya bekerja di bagian kelistrikan dan mendapat upah 70 Ringgit sehari. "Alhamdulillah uangnya masih ada, jadi kalaupun harus isolasi selama dua minggu, masih punya tabungan," tutur Anas.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top