TKI Pulang dari Malaysia Jalani Karantina 2 Kali, Ingin Segera Gendong Anak

Minggu, 05 April 2020 - 19:22 WIB
TKI Pulang dari Malaysia...
TKI Pulang dari Malaysia Jalani Karantina 2 Kali, Ingin Segera Gendong Anak
A A A
KENDAL - Perjuangan panjang harus dijalani Sakur (35) dan Anas Muhidin (24) untuk pulang kampung ke Desa Jungsemi, Kangking, Kendal, Jateng dari tempat perantauan di Malaysia di tengah wabah virus corona (COVID-19). Keduanya harus menjalani masa karantina 2 kali sebelum bisa berbaur dengan keluarganya.

Perjalanan panjang keduanya tempuh untuk tiba di rumah. Pergi meninggalkan Negeri Jiran sejak 31 Maret, keduanya harus menjalani isolasi selama tiga hari di Batam untuk kemudian dinyatakan sehat dan diperbolehkan terbang ke Yogyakarta, DIY hingga selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kendal. (Baca juga: Corona di Indonesia 5 April 2020: 2.273 Orang Positif, 164 Sembuh, 198 Meninggal)

"Setelah tiga hari di sana, kami kemudian terbang ke Yogyakarta dan baru tiba di rumah ini dua hari lalu. Langsung kami didata dan dicek kesehatannya. Setelah itu kami isolasi di rumah," kata Sakur saat ditemui di rumahnya, Minggu (5/4/2020).

Dalam perjalanan pulang itu, keduanya harus melewati beberapa kali pengecekan. Setibanya di rumah, Sakur yang memiliki anak balita tak dapat melepas kangen padanya. Anaknya itu tinggal bersama ibunya di rumah belakang tempatnya melakukan isolasi. Meski dapat memandang dari kejauhan, namun Sakur merasa sedih karena tidak bisa menggendongnya.

"Anak saya balita, sejak pulang dari Malaysia, saya dan Anas langsung isolasi mandiri di rumah. Belum berani bertemu keluarga. Rasanya pengen gendong anak," ucap Sakur lirih. Rasa kangen bertemu keluarga terpaksa dikubur dalam-dalam. Keduanya sepakat, selama 14 hari tidak akan keluar rumah dan tidak berjumpa dengan keluarga.

"Kalau dikatakan kangen, ya kangen sekali. Tapi belum berani ketemu. Biar menjaga satu sama lain. Saya tidak tahu, apakah saya membawa virus corona itu atau tidak, yang penting menjaga agar anak dan keluarga tidak tertular," imbuh Sakur.

Sakur dan Anas berangkat ke Malaysia untuk mengadu nasib. Keduanya bekerja di bagian kelistrikan dan mendapat upah 70 Ringgit sehari. "Alhamdulillah uangnya masih ada, jadi kalaupun harus isolasi selama dua minggu, masih punya tabungan," tutur Anas.
(shf)
Berita Terkait
Varian Baru Virus Corona...
Varian Baru Virus Corona Terdeteksi Masuk Indonesia
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Virus Corona...
Mutasi Virus Corona B-117 Ditemukan di Indonesia
Cegah Corona, Lapas...
Cegah Corona, Lapas Kendal Disemprot Cairan Disinfektan
Wabah Virus Corona Munculkan...
Wabah Virus Corona Munculkan Solusi Virtual Exhibition
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Berita Terkini
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
2 jam yang lalu
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
2 jam yang lalu
Semarak Nobar Spanyol...
Semarak Nobar Spanyol vs Argentina di Senayan Park
3 jam yang lalu
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
3 jam yang lalu
Jambret Bercelurit Ditangkap...
Jambret Bercelurit Ditangkap Petugas Dishub di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Kabur
4 jam yang lalu
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
5 jam yang lalu
Infografis
Pertama Kali, Israel...
Pertama Kali, Israel Gunakan THAAD untuk Cegat Rudal dari Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved