Jadi Tempat Rehabilitasi Corona, Warga Kepulauan Seribu Layak Dapatkan Kompensasi
Sabtu, 29 Februari 2020 - 21:15 WIB
Jadi Tempat Rehabilitasi Corona, Warga Kepulauan Seribu Layak Dapatkan Kompensasi
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai warga Kepulauan Seribu harus mendapatkan kompensasi terkait penempatan rehabilitasi bagi anak buah kapal (ABK) World Deram atas kasus Covid-19 atau Corona di Pulau Sebaru.
"Kalau bisa, pemerintah dapat segera memberikan kompensasi kepada masyarakat terutama bagi pelaku wisata (travel-travel wisata) dan resort yang ada saat ini di Kepulauan Seribu," ungkap praktisi Kepariwisataan, Sanny A Irsan, di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).
Menurut salah satu inisiator Badan Promosi Pariwisata DKI Jakarta ini, rehabilitasi WNI korban Corona itu akan berpengaruh kepada sektor pariwisata di Kepulauan Seribu. Namun, pengaruh isu virus Corona ini tidak terlalu besar karena posisi Pulau Sebaru kecil berjarak sekitar 43 mil atau 72 kilometer dari Jakarta dan merupakan pulau tidak berpenghuni.
"Posisinya lumayan jauh dari 11 pulau berpenduduk yang ada di Kepulauan Seribu. Saran saya, sebaiknya pemerintah pusat atau pemerintah daerah harus lebih intens lagi dalam sosialisasi mengenai rehabilitasi WNI korban virus Corona kepada masyarakat Kepulauan Seribu, terutama bagi masyarakat di empat pulau penduduk terdekat dari Pulau Sebaru Kecil yaitu masyarakat Pulau Kelapa, Pulau Harapan, pulau Sebira dan pulau Kelapa Dua," katanya.
Terkait kompensasi yang diharapkan pelaku usaha pariwisata, dia meminta pemerintah agar memberikan ruang kepada warga dan penggerak pariwisata Kepulauan Seribu untuk dapat menginfokan dan mempromosikan secara luas bahwa pariwisata di Kepulauan Seribu aman pasca-rehabilitasi WNI korban Corona di Pulau Sebaru Kecil.
Dia juga berharap agar penggerak pariwisata diberikan pelatihan untuk jadi pemandu wisata seperti pelatihan menyelam, pelatihan pelayanan tamu dan lainnya secara gratis. (Baca: Dinkes DKI Tegaskan Tidak Ada Pasien Terjangkit Virus Corona di Jakarta)
"Lalu menambah fasilitas publik untuk menunjang pariwisata seperti dibuatnya WC di pantai publik di pulau-pulau penduduk. Selain itu, diperlukan pembuatan pantai-pantai wisata buatan di pulau-pulau penduduk unyuk menambah daya tarik wisata. Tapi, masalah kompensasinya berupa apa tinggal didiskusikan dan disepakati bersama. toh kompesasi ini akan berguna bagi pengembangan pariwisata Pulau Seribu," ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinkes mengungkapkan tidak ada pasien penderita COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta sesuai hasil tes laboratorium. Bahkan, pihaknya membantah beredarnya informasi melalui penyebaran foto dari salah satu slide dalam paparan Dinkes DKI Jakarta tentang kewaspadaan virus Corona.
"Kalau bisa, pemerintah dapat segera memberikan kompensasi kepada masyarakat terutama bagi pelaku wisata (travel-travel wisata) dan resort yang ada saat ini di Kepulauan Seribu," ungkap praktisi Kepariwisataan, Sanny A Irsan, di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).
Menurut salah satu inisiator Badan Promosi Pariwisata DKI Jakarta ini, rehabilitasi WNI korban Corona itu akan berpengaruh kepada sektor pariwisata di Kepulauan Seribu. Namun, pengaruh isu virus Corona ini tidak terlalu besar karena posisi Pulau Sebaru kecil berjarak sekitar 43 mil atau 72 kilometer dari Jakarta dan merupakan pulau tidak berpenghuni.
"Posisinya lumayan jauh dari 11 pulau berpenduduk yang ada di Kepulauan Seribu. Saran saya, sebaiknya pemerintah pusat atau pemerintah daerah harus lebih intens lagi dalam sosialisasi mengenai rehabilitasi WNI korban virus Corona kepada masyarakat Kepulauan Seribu, terutama bagi masyarakat di empat pulau penduduk terdekat dari Pulau Sebaru Kecil yaitu masyarakat Pulau Kelapa, Pulau Harapan, pulau Sebira dan pulau Kelapa Dua," katanya.
Terkait kompensasi yang diharapkan pelaku usaha pariwisata, dia meminta pemerintah agar memberikan ruang kepada warga dan penggerak pariwisata Kepulauan Seribu untuk dapat menginfokan dan mempromosikan secara luas bahwa pariwisata di Kepulauan Seribu aman pasca-rehabilitasi WNI korban Corona di Pulau Sebaru Kecil.
Dia juga berharap agar penggerak pariwisata diberikan pelatihan untuk jadi pemandu wisata seperti pelatihan menyelam, pelatihan pelayanan tamu dan lainnya secara gratis. (Baca: Dinkes DKI Tegaskan Tidak Ada Pasien Terjangkit Virus Corona di Jakarta)
"Lalu menambah fasilitas publik untuk menunjang pariwisata seperti dibuatnya WC di pantai publik di pulau-pulau penduduk. Selain itu, diperlukan pembuatan pantai-pantai wisata buatan di pulau-pulau penduduk unyuk menambah daya tarik wisata. Tapi, masalah kompensasinya berupa apa tinggal didiskusikan dan disepakati bersama. toh kompesasi ini akan berguna bagi pengembangan pariwisata Pulau Seribu," ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinkes mengungkapkan tidak ada pasien penderita COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta sesuai hasil tes laboratorium. Bahkan, pihaknya membantah beredarnya informasi melalui penyebaran foto dari salah satu slide dalam paparan Dinkes DKI Jakarta tentang kewaspadaan virus Corona.
(whb)